May 26, 2024

Pesta Nama Lingkungan St Alexander

Misa Syukur Pesta Nama Pelindung Lingkungan Santo Alexander

ditulis oleh Bonaventura Bima Sakti 

Pesta Nama Pelindung Lingkungan Santo Alexander setiap tahunnya diperingati pada tanggal 26 Februari sesuai kalender liturgi. Namun, untuk tahun 2023 ini Lingkungan Santo Alexander, Wilayah Betlehem, Paroki Minomartani memperingatinya dengan Misa Syukur pada hari Sabtu, 25 Februari 2023. Misa Syukur ini dipimpin oleh Romo Paroki, Romo Marcus Crisinus Sadana Hadiwardaya, MSF.

Dari seluruh umat yang hadir dalam misa syukur ini, turut hadir beberapa pengurus lingkungan sekitar, yaitu dari Lingkungan Agustinus dan Lingkungan Sang Timur.

“Kenapa mau Ikut Tuhan?”, Rm. Sadana mengawali homili dengan pertannyaan tersebut.

Sebuah cerita seorang pengalaman, ada seorang pagawai pajak, ia membagikan pengalamannya dalam pergumulan ia merasa tidak kerasan dalam pekerjaanya karena ada banyak pergumulan batin antara saya melakukan atau tidak melakukan. Dalam bermacam hal terkait pajak, banyak sisipan-sisipan amplop di sana.

Kita membayangkan Lewi, seorang pemungut cukai dalam kondisi seperti itu. Kenapa ia mau meninggalkan semua yang ia miliki dengan segala kenyamanan untuk mengikuti Yesus?

Tuhan menanamkan pada pribadi setiap orang, yaitu nurani.

Tuhan ada di dalam hati nurani pada setiap orang. Pada jaman itu, pemungut cukai/pajang, banyak dijauhi orang, dirasa pekerjaan yang berdosa, banyak orang menghndarinya. Ketika orang Lewi dalam kesendiriannya, ia melihat Yesus, seorang pribadi yang menjadi kekuatan dan andalannya.

Selanjutnya, kembali pada Lingkungan Santo Alexander. Kenapa memilih nama pelindung lingkungan Santo Alexander, Santo Alexander dari Alexandria. Siapa dia?

Selain mengenal, lingkungan harus juga memahami dan menangkap semangat jiwa spiritual santo pelindung untuk selalu dihidupi oleh umat lingkungan.

 

Alexander adalah seorang uskup pda abad-3, ia memperjuangkan spiritual trinitas dan menentang Arianisme pada masa itu. Alexander dari Alexandria memperjuangkan bahwa Yesus adalah sungguh Allah dan sungguh manusia. Menjelaskan ketuhanan yesus, ada banyak hal yang dapat kita renungkan terkait trinitas. Umat juga harus berani menjelaskan dan juga dapat menjelaskan secara sederhana.

Maka dari itu harus terus belajar, mencari banyak referensi dan informasi terkait Trinitas. Ketika kita dapat menjelaskan dan meratakan Tri Tunggal, maka secara tidak langsung umat telah sungguh-sungguh menghidupi apa yang diperjuangkan oleh Santo Alexander dari Alexandria.

Menghidupi Bapa, Putra dan Roh Kudus dalam suatu kebersatu Tri Tunggal yang tidak terpisakan satu dan lainnya ini dalam lingkungan dapat diartikan sebagai ke-guyub-an. Persaudaraan dan kekeluargaan yang tampak dalam lingkungan ini memperlihatkan bahwa umat mengimani semangat Santo Alexander dalam perwujudan keseharian, itu menjadi harapan kita bersama.

Jambusari, 25 Februari 2023. Source :  Ketua Lingkungan St Alexander

Paroki Minomartani