June 25, 2024

Jejak Wilayah Paroki Minomartani (2): Antiokia Embrio Kita

Antiokia merupakan sebuah kota tua yang terletak di perbukitan sebelah timur Sungai Orontes, Turki. Tanahnya subur dan air berlimpah sehingga Antiokia dikenal sebagai kota yang dikelilingi perkebunan. Pada abad ke-4 Sebelum Masehi, Antiokia dibangun oleh Kaisar Alexander Agung sebagai salah satu provinsi jajahan dari Kekaisaran Romawi. Bangunan dan arsitektur kota meniru kota Alexandria yang kokoh dan mewah. Karena letaknya yang strategis dan perannya yang penting, Antiokia diberi sebutan Kaisarea (“Kota Kaisar”). Selain subur, maju, dan kaya, Antiokia juga dikenal dengan suasananya yang damai  Di perbuktikan Antiokia, sekarang berdiri kota modern Antakya.

Dalam sejarah Gereja, Antiokia sungguh penting karena menjadi tempat terbentuknya komunitas Gereja perdana. Setelah Stefanus dijatuhi hukuman mati (sebagai martir pertama), para murid Kristus tersebar dan tercerai-berai karena penganiayaan dan pengejaran oleh tentara Romawi. Sebagian melarikan diri ke Antiokia, sebagian yang lain ke Fenisia dan Siprus (Kis. 11: 19). Di Antiokia para murid diterima dengan baik oleh warga setempat. Bahkan, warga Antiokia bersedia menerima pewartaan bahwa Yesus adalah Tuhan. Dan di Antiokia inilah para murid untuk pertama kalinya menyandang sebutan Kristen (bdk. Kis. 11: 26) yang berarti “Kristus kecil”, “golongan Kristus”, atau “pengikut Kristus”.

Pada tahun 44 Masehi, Rasul Petrus mengunjungi Antiokia dan tinggal beberapa waktu di sana. Lalu disusul kehadiran Saulus yang telah bertobat dan kelak menjadi Rasul Paulus. Bahkan Paulus menyampaikan kotbah pertamanya kepada orang-orang bukan Yahudi (Kis. 13: 13-52). Antiokia pun menjadi pusat penyebaran misi paling awal. Dari Antiokia ini, Rasul Paulus dan para sahabatnya mengawali perjalanan misinya ke berbagai daerah. Setiap tahun Rasul Paulus menyempatkan diri mampir di Antiokia yang subur, makmur, dan penuh damai.

Kesuruburan, kemakmuran, dan kedamaian Antiokia menumbuhkan semangat misioner para pengikut Kristus. Antiokia melahirkan sejumlah martir dan pelayan-pelayan Kristus yang taat dan setia. Antara lain Nikolaus, salah satu dari tujuh diakon pertama yang dikukuhkan di Yerusalem.

Jejak di Paroki

Jejak sejarah itulah yang mendasari penamaan Antiokia untuk wilayah di paroki kita. Wilayah Antiokia mencakup 3 lingkungan di Perum Condongcatur dan Dusun Leles, yaitu Santo Paulus, Santo Antonius, dan Santo Yohanes. Selaras dengan jejak sejarahnya, 3 lingkungan tersebut  merupakan lingkungan pertama di awal terbentuknya Stasi Condongcatur, tahun 1980-an. Umat di sana dapat dikatakan sebagai embrio Paroki Santo Petrus dan Paulus Minomartani. Dari wilayah ini pula denyut kehidupan Gereja Paroki Minomartani bermula dan terus bersulur dan berkembang.

Tak mengherankan, wilayah Antiokia melahirkan sejumlah “tokoh” yang kiprahnya telah kita rasakan bersama. Misalnya, Bapak H.R. Sumarsono (alm), Bapak Ag. Sukarno (alm), Bapak Ign. Garjito (alm), Bapak Y. Marsono, Bapak P. Kusuma Wirawan, Bapak Ign. Mubiyanto, Bapak A. Hananto, Bapak Greg Harjanto, Bapak F.X. Sardjono, Bapak F. Sudarno, Bapak D. Doeriat, sejumlah ibu, dan muda-mudi. (©PAS, dari berbagai sumber)

 

Paroki Minomartani