April 25, 2024

Panduan Teknis Rabu Abu 2021

PANDUAN TEKNIS
PERAYAAN RABU ABU DAN PENERIMAAN ABU SERTA PERAYAAN PEKAN SUCI 2021 DI MASA PANDEMI COVID-19

PERAYAAN RABU ABU DAN PENERIMAAN ABU

1. Pelaksanaan
a. Misa/ibadat Rabu Abu dapat dirayakan mulai hari Selasa 16 Februari 2021 sampai dengan Kamis pagi 18 Februari 2021. (Lihat: Pedoman Lingkaran Natal dan Paskah Komlit Regio Jawa 2006, 38.1).
b. Misa/ibadat Rabu Abu dapat dilaksanakan secara online dan/atau tatap muka (offline) dengan menerapkan protokol kesehatan secara semestinya.
c. Misa/ibadat Rabu Abu dapat dilaksanakan di gereja, kapel, dan tempat-tempat lain yang memungkinkan dengan menerapkan protokol kesehatan secara semestinya.
d. Penerimaan abu dapat juga dilakukan di keluarga, lingkungan, dan komunitas biara.
e. Masing-masing keluarga, lingkungan, dan komunitas biara yang mengikuti misa/ibadat Rabu Abu secara live streaming dapat menyediakan sendiri abunya (dari daun palma) untuk dimintakan berkat imam (atau prodiakon dapat memercikinya dengan air suci) dan pada waktunya diterimakan pada semua umat yang mengikutinya
f. Pembakaran daun palma hendaknya dilakukan secara terpisah dari misa/ibadat Rabu Abu.

2. Cara Menerimakan
a. Setelah doa pemberkatan dan perecikan abu dengan air suci, Imam – dengan tetap memakai masker – mengucapkan sekali saja untuk seluruh umat: “Bertobatlah dan percayalah kepada Injil” atau “Ingatlah bahwa engkau adalah debu dan akan kembali menjadi debu”.
b. Selanjutnya, tanpa kata-kata:
i. Imam/prodiakon/asisten luar biasa menaburkan abu di kepala masing-masing umat.
ii. Imam/prodiakon/asisten luar biasa dapat juga menaburkan abu di telapak tangan umat, dan selanjutnya masing-masing mengoleskannya pada dahinya sendiri.
iii. Dalam keluarga: anggota keluarga dapat saling mengoleskan abu pada dahi atau menaburkannya pada kepala untuk menandai pertobatan bersama dalam keluarga.

3. Yang Menerimakan
Karena kondisi/kebutuhan menuntut, pastor paroki dapat secara resmi menugasi para prodiakon dan asisten luar biasa yang sudah diangkat untuk menerimakan abu. Yang penting mereka sudah diajari bagaimana menerimakan abu secara benar.

PERAYAAN PEKAN SUCI
1. Catatan Umum
a. Waktu perayaan:
i. Minggu Palma dapat dirayakan sejak Jumat sore 26 Maret 2021.
ii. Perayaan Misa Kamis Putih dapat dilaksanakan sejak Rabu 31 Maret sd Kamis 1
April 2021.
1|Keuskupan Agung Semarang
iii. Perayaan Ibadat Jumat Agung dapat dilaksanakan sepanjang hari Jumat 2 April 2021 (urutan ideal: – atau – 15.0018.0012.0009.00).
iv. Perayaan Misa Malam Paskah dirayakan sejak Sabtu sore, 3 April 2021.
v. Perayaan Minggu Paskah dapat dirayakan sepanjang hari Minggu 4 April sd Selasa
6 April 2021.
b. Durasi perayaan
i. Diatur sedemikian rupa sehingga tidak terlalu lama dan memungkinkan dilaksanakannya jadwal perayaan berikutnya dalam kelonggaran waktu.
ii. Untuk itu, perlu ada pilihan lagu yang wajib dan yang dapat dinyanyikan, tanpa mengurangi keagungan perayaan Pekan Suci.
c. Protokol kesehatan
i. Selama perayaan Pekan Suci protokol kesehatan diterapkan seperti pada misa Hari
Minggu dan Hari Raya: cuci tangan, masker, hand sanitizer, suhu badan, jarak,
face shield, dll.
ii. Gereja dan kapel hanya boleh diisi maksimal 50% dari kapasitas (bdk. SE Menteri
Agama RI, 30 November 2020, no. 23 TAHUN 2020 tentang Panduan
Penyelenggaraan Kegiatan Ibadah dan Perayaan Natal di Masa Pandemi Covid-19).
iii. Gedung pastoral dan aula dapat dimanfaatkan untuk tempat perayaan secara live
streaming (sejauh diizinkan Satuan Tugas: untuk menghindari masalah sosial).
iv. Dianjurkan tidak memasang tenda yang dimaksudkan untuk penambahan tempat duduk umat beriman selama perayaan (untuk menghindari kesan perayaan besar-
besaran).
d. Pengaturan peserta Misa/ibadat
i. Semua umat yang menghendaki mengikuti perayaan hendaknya didaftar sedemikian rupa sehingga kursi yang tersedia terisi semua dan semua mendapatkan tempat duduk. Tim IT KAS telah menyiapkan aplikasi yang dapat dimanfaatkan.
ii. Karena ketersediaan waktu/kesempatan dan kapasitas tempat perayaan mungkin tidak sebanding dengan banyaknya umat yang mau mengikuti perayaan, maka peserta perayaan dapat diatur sedemikian sehingga dalam kurun waktu Tri Hari Suci masing-masing umat pernah minimal sekali mengikuti perayaan secara offline/tatap muka. Selebihnya mengikutinya secara online.

2. Liturgi
a. Penanggungjawab liturgi Satuan Tugas Penanganan Dampak Covid-19 mempersiapkan
panduan umum liturgi Pekan Suci. Dapat mengacu pada pelaksanaan Pekan Suci tahun
2020.
b. Yang khusus harus diperhatikan
i. Minggu Palma
1. Upacara pemberkatan daun palma dilaksanakan di dalam gereja/kapel dan
tanpa perarakan. Masing-masing umat sejak awal sudah berada di tempat
duduknya dengan menyediakan sendiri daun palma bagi dirinya.
2. Umat yang mengikuti misa/ibadat secara live streaming menyediakan sendiri
daun palma di rumah/komunitas masing-masing.
3. Pemberkatan daun palma tidak perlu dengan percikan air suci.
ii. Kamis Putih
1. Penghormatan kepada Sakramen Mahakudus:
a. Prosesi dapat dilaksanakan secara sederhana; atau langsung ditahtakan di altar dan diakhiri dengan berkat.
b. Tuguran: sebaiknya ditiadakan.
iii. Jumat Agung
1. Upacara Salib: seluruh upacara diadakan di depan altar dan tanpa perarakan.
2. Penghormatan salib:
a. Dapat diadakan langsung dari depan altar dan semua umat memberi hormat dari tempat duduk masing-masing; atau
b. Imam dan misdinar berkeliling dan berhenti di titik-titik tertentu untuk memberkati umat dengan salib. Umat memberi hormat dari tempat duduk masing-masing.
iv. Malam paskah
1. Upacara cahaya:
a. Dapat diadakan langsung di depan altar, menghadap umat; atau
b. Diadakan di bagian depan gereja dan diadakan perarakan sederhana.
c. Umat mengikuti dari tempat duduk masing-masing.
2. Madah paskah
a. Madah paskah dapat dinyanyikan atau didaraskan saja.
b. Bacaan: dipilih yang harus/wajib saja.
3. Pembaruan janji baptis
a. Pemberkatan bejana baptis dapat dilaksanakan.
b. Pembaruan janji baptis dilakukan seperti biasa.
c. Percikan air baptis dapat dilaksanakan sejauh memungkinkan.

4. Catatan:
a. Sebaiknya baptisan dewasa diadakan di luar perayaan Malam Paskah.
b. Memperhatikan durasi perayaan agar tidak terlalu lama.
v. Minggu Paskah
1. Tidak ada upacara cahaya dan madah paskah.
2. Pembaruan janji baptis diadakan seperti pada malam paskah.

Paroki Minomartani