Paskah Oikumene : Kebangkitan-Nya Memampukan Kita Merajut Kebersamaan

[Parokiminomartani] – Mengambil tema “Kebangkitan-Nya Memampukan Kita Merajut Kebersamaan”, tiga gereja di Minomartani dan Condongcatur menyelenggarakan Paskah Oikumene pada hari Jumat, 26 April 2019, di Gereja Santo Petrus dan Paulus Minomartani.

Ketiga gereja tersebut adalah Paroki Minomartani,  Gereja Kristen Jawa Condongcatur dan Gereja Kristen Jawa Minomartani. Sebelumnya, Gereja Pantekosta Condongcatur juga berencana ikut ambil bagian dalam ibadat ini, namun karena ada beberapa kegiatan yang bersamaan, akhirnya tidak bisa hadir.

Perayaan ibadat Oikumene berlangsung khidmat dan meriah. Ibadat dipimpin oleh Romo Antonius Gunardi, Pendeta Djunarso, Pendeta Risang dan Pendeta Kriswoyo. Setelah perayaan liturgi, acara dilanjutkan di halaman gereja dalam kemasan ramah-tamah dan hiburan.

Ibadat dibuka oleh paduan suara gabungan dari ketiga gereja. Dua lagu praliturgi membawa umat yang hadir masuk dalam suasana khusyuk.  Romo Anton membuka ibadat ini kemudian dilanjutkan doa pembukaan oleh pendeta Djunarso.

Setelah itu Pendeta Risang dalam khotbahnya mengingat seluruh umat yang hadir bahwa kunci oikumene adalah kerendahan hati untuk membuka diri,  belajar bersama dengan tetap menghargai perbedaan.

“Setelah itu kita harus melangkah masuk ke transformasi oikumene, yakni kita harus berani memperluas kebersamaan ini yang jauh melintasi  iman, budaya dan segala perbedaan.”

Pendeta Kriswoyo dalam doa syafaat selain mendoakan umat dalam wilayah Minomartani – Condongcatur juga mendoakan kedamaian bagi bangsa dan negara yang baru menyelenggarakan pemilu dan pilpres, mendoakan untuk jiwa-jiwa yang mengalami musibah terorisme di Srilanka.

Masih di dalam gereja, setelah Romo Antonius memberi berkat penutup. Acara dilanjutkan penampilan anak-anak dari ketiga gereja. Pelawak Dalijo memandu acara ini. Ada tiga penampilan, yakni sekolah Minggu condongcatur, Minomartani . Kemudian diikuti penampilan tunggal Kailo dari gereja Santo Petrus dan Paulus yang membawa lagu “Ku Bersyukur”.

Bapak Aris Munandar mewakili Panitia menutupi acara di dalam gereja dan meminta umat untuk tidak dulu kembali ke rumah tetapi mengikuti ramah tamah dan pentas seni di halaman gereja.

Selain mengucapkan terima kasih atas partisipasi seluruh umat dan juga kerja keras panitia sehingga perayaan Paskah Oikumene ini bisa diselenggarakan, juga berharap agar kegiatan yang baru pertama kali ini bisa dilanjutkan pada waktu-waktu mendatang. “Kolekte yang terkumpul dalam ibadat ini akan dipakai untuk mendukung kegiatan yang bersifat kebersamaan diantara tiga gereja ini,” ujar Pak Aris Munandar.

Dalam acara ramah tamah, Panitia menyiapkan minuman dan snack serta makan malam bersama. Sambil menyantap makan malam, umat dihibur oleh penampilan dari PIA dan OMK Paroki Minomartani serta penampilan tungal adik Darel dari  GKJ Condongcatur. sdr