April 25, 2024

Bud L Worang: Saya Harus Membalas!

TERPILIH sebagai prodiakon berturut-turut selama tiga periode 2001 – 2009 bagi orang lain mungkin biasa-biasa saja. Bagi saya sangat luar biasa, saya merasa tidak tepat membantu pelayanan,  sungguhpun tugas mulia. Tuhan koq menugasi saya, pasti ada maksud  tertentu di kemudian hari. Apakah Dia akan memakai  saya, untuk apa?

Desember 1986 saya terpukul nyaris telak, oleh serangan jantung. Dokter pertama Bambang Irawan yang bertugas di Panti Rapih, menjatuhkan vonis sakit jantung. Saya terhenyak, tinggal menghitung bulan, minggu atau hari. Apakah saya masih bisa melihat kedua anak saya lulus SMA dan lulus SMP, apalagi saat  tiba perkawinan mereka. Saya merasa istri saya sudah 50 persen janda, masa hidup saya  tinggal separoh.

Tetapi saya tidak mau beserah pada maut, saya ketemu Frans Sumampouw tahun 1999 di Solo, teman semasa kuliah tinggal di Asrama Realino. Ia   psikiater yang  pensiun dini dari tugasnya di RS Jantung Harapan Kita Jakarta, pulang kampung praktek umum di Solo. Saya sendiri tidak tahu dan tidak tanya, mengapa dokter jiwa bertugas di rumah sakit jantung. Saya harus continue mengkonsumsi obat ramuan Sumampopuw. Slow but sure, sedikit  demi sedikit tetapi pasti, akhirnya saya sembuh. Tangan Tuhan telah menjamah dan mengurapi saya melalui psikiater Sumampouw.

Saya menguji kesehatan dan kemampuan saya sendiri, beberapa tahun kemudian. Tepatnya empat malam berturut-turut tg 13 sampai dengan 16 Juni 2013 setiap  kali saya menyayi dan bermain organ non stop 50 lagu Barat, dalam usia 72 tahun, di Susu Kambing Etawa Cafe Jl Ring Road Utara. Di luar dugaan sama sekali, selain Piagam Rekor MURI, Institut Prestasi Indonesia, dan bebarapa  piagam, satu diantaranya  American Peoples Music. Event kami ulang di Jakarta tgl. 21 dan 22 Desember 2014 selama dua hari masing-masing dua etape di tengah acara Bazar Ibu-ibu Yayasan Nusantra di Caraka Loka Hall Senayan City.

Tidak berlebihan, tidak lain adalah karunia kasih Tuhan, saya harus membalas dengan kemampuan dan kekuatan saya  bukan materi, melainkan tenaga dan pikian. Saya menjadi pendoa bagi siapapun, paling tidak setiap Sabtu pagi antara jam 07.30-10.00 bergabung dengan team RS Panti Rapih pelayanan hiburan musik dan nyanyi bagi para pasien yang berminat. Dua out sider yang bergabung di sana, saya dan Wawan violis muda, murni sebagai suka relawan. Sakit jantung saya bukan sia-sia, tetapi suatu hikmat besar telah mengubah hidup saya.  Tuhan Memberkati, Yesus Luar Biasa!   (Bud L. Worang)   

Paroki Minomartani