July 13, 2024

Cerpen Renungan: Baru dan Usang

[Parokiminoamrtani] –  Selesai semua yang dikerjakan, Si Dul hanya duduk di teras depan rumah menikmati kopi tubruk dan pisang goreng sambil membaca koran. ” waaah kepenak tenan uripmu ya Dul…” sapa Tinul yang datang sambil membawa secangkir kopi tubruk juga.

Dul sambil melirik Tinul :” wiiiiis sini kita nikmati hidup yang enak ini…jarang-jarang kita bisa menyadari kalau hidup itu sebenanrnya enak… dan enak tenan sebenarnya…”.

Tinul :” iya je Dul… hanya kita itu selalu terlambat untuk menyadari itu…”.

Dul langsung menyahut :” ya karena kita sibuk dengan pikiran dan kerjaan yang kadang tidak penting dan pokok untuk hidup kita…”.

Tinul sambil tersenyum langsung menarik koran yang sedang dibaca si Dul :” lha ini…  contohnya kamu sendiri… kelihatannya baca koran tapi yang dibaca koran lama…lha wis usang Dul…”.

Dul :” eiit jangan menilai yang usang dulu Nul…kelihatanya memang tidak diperlukan yang usang itu … tapi kalau dicermati dengan bijak justru kita akan melakukan dan menghasilkan hal yang baru kalau kita sadar akan yang usang…”.

Tinul :” hhhhhhh… lha terus kalau kamu baca koran itu berita baru apa yang kamu dapatkan…”.

Dul :” ini itu banyak hal yang baru aku dapatkan ya Nul….”.

Tinul :” weeeh…itu koran dua hari lalu Dul….di mana berita barunya…”.

Dul :” dua hari yang lalu kan bagi kamu…lha bagi aku kan baru hari ini aku baca…. jadi beritanya masih baru bagiku….jadi apa yang ada pada kita itu tidak mutlak akan sama pada orang lain karena kita punya cara merasa dan berpikir yang berbeda…gitu Nul…”.

Tinul :” sak karepmu Dul…sing penting kamu happy aja….aku tak menikmati kopi aja…”.

Dul :” hhhhh..ini ambil pisang gorengku biar lengkap nikmatnya…”

Met siang…semoga Tuhan memberkati hidup dan karya kita. (Selasa, 30 Juli 2019, Romo Andita)

Paroki Minomartani