April 25, 2024

Spiritual Pelayanan Kerabat MSF

Kerabat MSF Paroki Minomartani

Kerabat MSF ( Missionariorum a Sacra Familia ) atau Misionaris Keluarga Kudus merupakan suatu wadah yang keterikatannya tidak dapat lepas dari MSF, wadah kerjasama kaum awam dengan Konggregasi MSF dan partisipasi awam dalam menghayati spritualitas dan kharisma MSF.

Tujuan dari kerabat MSF yang di Paroki Minomartani di moderator langsung oleh Romo Paroki Marcus Crisinus Sadana, MSF adalah menumbuhkan kembangkan partisipasi kaum awam dalam mengembangkan dan mewujudkan spritualitas dan kharisma MSF yang di wujudkan dalam kesaksian hidup sehari hari dan pelayanan di masyarakat dan gereja khususnya.

Salah satu kegiatan Kerabat MSF adalah pertemuan rutin di tiap bulan. Pertemuan rutin pada Jumat 12 Januari 2024 bertempat di Gereja St Petrus Paulus Minomartani masih di koordinasi oleh Ibu Widji Harti untuk kemudian diperiode selanjutnya akan diteruskan oleh Bapak Paskalis Nugroho Sukarno.

Tema pertemuan tersebut adalah Pelayanan dengan materi yang berjudul Spiritualitas Pelayanan  dalam Gereja, dibawakan oleh Romo Fransiscus Anggras Prijatno MSF.

Spiritualitas sendiri berarti rohani, jiwa, batin, roh yang merupakan penggerak bagi raga atau jasmani manusia umat Allah. Spiritualitas pelayanan dimaksudkan sebagai penggerak kita dalam melayani di Gereja menuju sesuatu yang dianggap sebagai kesucian.

Romo Anggraspun menjelaskan secara singkat sejarah makna dari kesucian menurut berbagai santo yang telah mengukir tahapan berkembangnya pemahaman dan penghayatan dalam pelayanan dalam gereja.

Dari St Antonius, kesucian adalah menyepi di padang gurun yang sunyi, St Benediktus yang menurutnya biara dengan komunitas dan rutinitasnya adalah kesucian, St Ignatius ‘kontemplatio in actione’ keterlibatan di dunia dan di kehidupan sehari harilah kesucian itu, St Fransiscus Asisi melepas harta, nafsu dan benda di dunia dan tiada yang melebihi cinta kepada Tuhan menurut santo tsb adalah kesucian, lalu St Thomas Aquinas mengatakan pencerahan akal budi, mengembangkan pemahaman akan Allah, dan St Maximilan Kolbe baginya kesucian adalah pengorbanan untuk orang lain.

Zaman telah berubah dari Hirarki model lalu Hub model telah menjadi Web model dimana semua pelayan gereja saling berkaitan dalam arti saling bekerja sama

Kemudian Romo Anggras setelah memberi pemahaman arti kesucian di zaman modern ini. bahwa pelayanan adalah bagai dua sayap dikepakkan bersama dimana ungkapan iman dan perwujudan iman selayaknya berkepak bersama. Tidak hanya jadi pendengar sabda namun sebagai pelaku sabda.

Sehingga ada satu hal yang harus di syukuri yaitu Bersyukur telah diberi kesempatan untuk melayani bagi Gereja. Karena tugas pelayanan adalah panggilan yang mulia, sebab Allah sendirilah yang memanggil.

Reported by Komsos Minomartani

Paroki Minomartani