Cerpen Renungan: Jadikan Rumah Sumber Berkah
[Parokiminomartani.com] – Keluar dari kamar Gombloh langsung disodori satu map tebal oleh Tinul. “Mbloh ini titipan dari Bu Dukuh katanya dari suaminya untuk diserahkan ke kamu.”
Gombloh: “Apa ini Nul?”
Tinul: “Wah ga tahu aku Mbloh … lha tadi diserahkan begitu saja … itu aja buru-buru karena mau mengantar anaknya ke sekolah.”
Gombloh: “Ooooooo … alah … proposal pengajuan bantuan Dana untuk pembangunan rumah ibadah di kampung sebrang sungai itu.”
Tinul: ” Ooooooo … diajukan ke kantormu ya Mbloh.”
Gombloh: “Iya Nul … kemarin lalu panitianya datang ke pak Dukuh … terus disampaikan ke aku karena tidak ketemu sama aku.”
Tinul: “Pantas dititipkan ke aku oleh Bu Dukuh … tapi lihat tulisan di sampul depan proposal, ‘Jadikanlah rumahmu sebagai tempat ibadah dan jangan jadikan rumahmu seperti kuburan tempat orang yang tidak mampu lagi beribadah kepada GUSTI’ … lha judulnya rumahmu jadikan tempat ibadah … seharusnya mereka itu selalu beribadah di rumah … supaya rumah itu jadi sumber berkah juga … lha ini kok malah buat tempat ibadah.”
Gombloh: “Hhhhhhhh … mboh kuwi Nul … yang penting sih kita manusianya yang beribadah bukan soal tempatnya.”
Tinul: “Bener Mbloh sing penting orangnya … seperti kamu itu tadi pagi ga pergi sembahyang.”
Gombloh: “Hhhhhhh … kesiangan je Nul.”
Tinul: “Hmmmmm … jadikan rumah kita tempat ibadah Mbloh … wis mangkat kerja sana ntar kesiangan lagi sampai kantor … jadinya kesialan Mbloh … Met pagi … semoga Tuhan memberkati hidup dan karya kita. (Minomartani, Senin, 23 April 2018, Romo Andita)
Keterangan foto: Pemandangan di amang-ramang, Sulawei Selatan. Foto F Bambang Sidik P