July 13, 2024

Cerpen Renungan: Saatnya Kita Menghadapi Gusti

[Parokiminomartani.com] – Melihat Gombloh yang masih malas-malasan untuk berangkat kerja si Dul langsung mendekatinya sambil membawa kopi tubruk yang barusan dibuatnya. “Mbloh … kamu setuju ga kalau hari libur Mingguan itu diganti hari Senin tidak hari Minggu?”

Gombloh: “Hhhhhhh … konyol itu Dul … jelas ora mungkin karena akan mengubah dunia itu.”

Dul: “Ya biar tidak ada orang yang malas setiap memasuki hari Senin.”

Gombloh: “Wooooo … nyindir tho Iki … bukan malas ya Dul … cuma masih ingin libur lagi.”

Dul: “Ya tinggal bilang aja sama bos kantormu … liburnya bukan Sabtu Minggu tapi Minggu Senin aja … tapi kamu akan kehilangan malam minggu … eeeeh kamu ga ada malam mingguan ya Mbloh … kan masih menunggu Meice membuka hati.”

Gombloh: “Wis ora usah mengaduk-aduk yang sudah mengendap … coba kalau setiap hari ibu baik semua ya Dul.”

Dul: “Semua hari itu baik Mbloh … menjadi tidak baik karena orang belum move on dari hari libur … tapisSemoga kita selalu ingat bahwa akan ada hari yang paling baik dari hari-hari lain yang telah kita lalui maupun yang akan kita masuki yaitu hari di mana kita harus menghadap ke hadiratNYA. Semoga kita selalu dalam keadaan yang baik pula saat hari itu tiba dan kita harus memasukinya … sayangnya hari paling baik ini tidak pernah kita ketahui kapan datangnya … itu yang harus disikapi dengan bijak Mbloh.”

Gombloh: “Wis tak mangkat kerja wae Dul … tambah ngelu mbok wejangi … tap biar semangat hmmmmm … makasih kopinya ya,” samblih Gombloh nyutup kopi tubruknya si Dul.”

Dul: “Ooooooo … sontoloyo kamu Mbloh … wis sana kerja … Met pagi … semoga Tuhan memberkati hidup dan karya kita. (Minomartani, Senin, 9 April 2018, Romo Andita)

Paroki Minomartani