April 25, 2024

Pembekalan Tata Hias Altar

Tata hias altar adalah bagian yang tak terpisahkan dari sebuah perayaan Ekaristi dimana hampir seluruh pusat perhatian dari upacara adalah terfokus di altar.

Sehingga tampilan di sekitar altar akan cukup mempengaruhi suasana dalam perayaan tersebut baik bagi Imam maupun umat. Dan ternyata tata hias altar tidak sekedar untuk tampilan saja.

Bagi orang awam yang belum mengerti tentang tata hias altar, hiasan di sekitar altar bisa jadi dianggap hanya sebagai sebuah dekorasi, padahal pengertian, makna dan pengaturannya harus sesuai aturan gereja yang ada. Dekorasi yang ditata adalah dekorasi liturgis yaitu dekorasi yang tidak hanya menampilkan keindahan namun terkait dengan liturgi yang berlangsung.

Maka dari itu Tim Tata Hias Altar yang di koordinir oleh Ibu Maria Christina Noor Indah mengadakan pembekalan untuk memberikan bekal pengetahuan bagi tim tata hias altar yang berada di lingkungan lingkungan Paroki Minomartani. Setiap lingkungan mengirimkan 2 peserta yang salah satunya di himbau adalah dari putra putri remaja kita di Paroki Minomartani.

Romo Marcus Crisinus Sadana Hadiwardaya, MSF memberikan pengantar dengan contoh contoh  yang selama ini telah dilakukan sudah baik dan benar maupun yang kurang tepat. Menjadi suatu kesulitan sendiri saat akan menerapkan aturan tata hias altar yang benar karena berbenturan dengan kebiasaan yang sudah selalu dilakukan atau terbatasnya bahan utama bunga hidup dan daun daun tertentu, sehingga perlu adanya kebijakkan pastoral untuk menjadikan solusi.

Beliau mengatakan bahwa setiap bentuk dalam hias altar ada maknanya baik dalam warna, bentuk hiasan, bunga, lilin dan dedaunan, mengapa harus bunga atau tanaman yang hidup, mengapa tata hias sebaiknya tidak berlebihan sehingga menutupi altar dan imam yang memimpin misa dan sebagainya. Jawabannya akan ada pada pembekalan ini, yang dilaksanakan pada hari Minggu 18 Februari 2024 bertempat di Ruang Fransiskus Pastoran Paroki Minomartani.

Dengan demikian pembekalan dasar bagi tata hias altar menjadi awal yang baik bagi tim yang pada saat ini telah bergabung para anggota tim yang baru dan pasti akan  lebih mengarah ke regenerasi dengan didampingi anggota tim yang lebih senior, ujar Bapak Hesthi Ruscahyono selaku Ketua Bidang Liturgi Paroki Minomartani.

Kemudian pada acara pembekalan utama dengan narasumber Ibu Maria Christina Noor Indah di berikan materi materi sebagai berikut :

  • Dekorasi Liturgis dalam Masa Adven, Masa Natal dan Lingkaran Paskah
  • Hari Hari khusus, Rabu Abu, masa prapaskah, Minggu Palma, Misa Krisma, Misa Kamis Putih, Jumat Agung, Vigili Paskah, dan Minggu Paskah

Warna Liturgis

  • Putih, krem atau kuning melambangkan kemurnian, sukacita dan kemuliaan digunakan pada perayaan Natal, Paskah, Kamis Putih, dan peringatan peringatan mulia.
  • Merah melambangkan Roh Kudus dan darah Kristus yang tercurah untuk umat manusia. Pada perayaan penerimaan Sakramen Krisma, Pentakosta dan peringatan atau pesta para sato santa yang meninggal sebagai martir.
  • Ungu melambangkan kesederhanaan, pertobatan, kerendahan hati, warna ungu pada masa pertobatan prapaskah, penantian atau Adven dan pada misa requiem
  • Hijau digunakan pada masa biasa atau dapat dikatakan sebagai masa pertumbuhan iman. Hijua sendiri melambangkan harapan, pertumbuhan dan kehidupan baru dalam iman.

Reported by Komsos Minomartani. 

Paroki Minomartani