Persiapan Peribadatan New Normal

Persiapan Peribadatan New Normal

Penerapan masa New Normal sudah dapat dipastikan akan mempengaruhi tata cara peribadatan kita sebagai umat Katolik khususnya di Paroki Minomartani berdasarkan Surat Edaran Nomor 0490/A/X/2020-27, tanggal 10 Juni 2020 mengenai Liturgi dan Peribadatan, Paroki kita sudah mempersiapkan segala sesuatunya bagi para umat terkasih kita, apabila  tanggal 18 Juli 2020 nanti sudah mendapatkan ijin dari pemerintah daerah DIY (Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur DIY, Bupati Sleman) untuk membuka kembali peribadatan umum di Gereja.

Persiapan peribadatan di era New Normal segala sesuatunya  telah di siapkan dengan penanggung jawab yaitu Romo Antonius Gunardi MSF (Romo Paroki Minomartani) dengan di bantu oleh Ketua Gugus Tugas Covid-19 (Paroki Minomartani) Bapak Antonius Agung Sri Wahyudi, SE. Pada hari Rabu ( 1 Juli 2020) beliau memberi penjelasan singkat mengenai segala persiapan dan langkah langkah yang akan dilaksanakan selanjutnya.

Hal ini kembali di tegaskan juga oleh Romo Anton Gunardi MSF  bahwa Gereja Paroki Minomartani sangat berhati hati demi menghindari terjadinya cluster baru dari suatu pandemi.

Telah di persiapkan juga sarana dan prasarana pendukung di kedua  gereja Minomartani dan stasi Condongcatur sesuai dengan protokol Kesehatan yang ditelah di tetapkan oleh Pemerintah pusat, diantaranya peralatan pendukung seperti : thermogun (pemindai suhu tubuh), face shield (pelindung muka) yang melekat dan satu hari sebelum ibadat dilakukan pemyemprotan pada gereja dengan bahan yang lebih aman bagi kesehatan.Kran air,  untuk cuci tangan juga sudah di siapkan sebanyak 15 kran air di gereja Minomartani dan 6 buah di gereja stasi Condongcatur.

Tempat duduk  umat juga sudah di beri tanda silang (X) untuk tidak di tempati pada tanda tersebut. Adapun jumlah tempat duduk yang telah di persiapkan untuk setiap kali acara peribadatan di Gereja Minomartani sebanyak 225 tempat duduk terbagi dari  150 tempat duduk di dalam gereja dan sisanya 75 di sayap kanan kiri gereja sehingga total kapasitas adalah sekitar 225 umat, sedangkan untuk di gereja stasi Condongcatur dengan kapasitas  150 tempat duduk.

Untuk memudahkan pelaksanaan ibadat di masa New Normal,  dimana diberlakukan beberapa ketentuan yang  belum banyak di pahami secara benar oleh umat Paroki  maka Team Gugus Covid-19 Paroki Minomartani  bekerja sama dengan BNPB Yogyakarta juga pemerintah setempat akan membuat Video Simulasi pelaksanaan peribadatan yang di mulai dari penempatan kendaraan bermotor, tempat cuci tangan sebelum masuk gereja, menunjukkan Co Card (di infokan kemudian)  sesuai jadwal ibadat, tata cara Komuni  sampai akhir ibadat. Dimana kegiatan tersebut  akan  melibatkan para ketua lingkungan dan ketua wilayah di Paroki Minomartani agar segera dapat mensosialisasikan kepada umat di lingkungan masing masing yang kemungkinan besar ibadat akan di atur menurut waktu ibadat beberapa wilayah tertentu dan akan di jadwalkan dan di atur kemudian. Video simulasi tersebut akan di buat beberapa dalam waktu dekat dan akan di gunakan sebagai panduan kru tata laksana ibadat gereja dan juga untuk umum.

Rm Antonius Gunardi MSF

A Agung Sri Wahyudi, SE

Batasan usia bagi yang diperbolehkan mengikuti acara peribadatan gereja  telah di tetapkan berdasarkan  sesuai surat Edaran terakhir dari Keuskupan Agung Semarang (Nomor 0490/A/X/2020-27) sehingga ada kelompok umur yang tidak bisa mengikuti acara peribadatan tersebut sehingga hal ini, perlu dilakukan pendataan kembali di masing masing lingkungan.

Adapun untuk kelompok umur yang tidak diperkenankan mengikuti acara peribadatan gereja di persilahkan mengikuti melalui Ibadat Live Streaming yang telah di jadwalkan, dan di ikuti dengan penerimaan komuni di tempat tinggal masing masing oleh prodiakon yang telah di tunjuk.

Untuk umat yang di perkenankan mengikuti Misa di Gereja (misa secara langsung) pada hari dan waktu tersebut di tentukan sesuai jadwal yang akan dibagikan kemudian.

Kepastian terlaksananya peribadatan di gereja paroki Minomartani masih harus di koordinasikan kembali untuk mendapatkan ijin pelaksanaannya.