July 13, 2024

Romo Anton: Jamu dan Kendi untuk Warasemedi Paroki Minomartani

[Parokiminomartani.com] –  Karena hidup dan kematian adalah misteri Ilahi, maka  Warasemedi, para janda yang ditinggal mati suaminya, mendapat tugas untuk memurnikan hidupnya.  Hal ini diungkapkan oleh Romo Antonius Gunardi, MSF dalam pertemuan dengan Warasemedi Paroki Minomartani, Rabu (16/1/2019) , di depan Gua Maria, Gereja Santo Petrus dan Paulus Minomartani.

Dalam pertemuan yang suasananya sangat cair dan sesekali diselingi guyonan segar, Romo Anton meminta agar Warasemedi yang hari ini datang berjumlah 16 orang selalu minum jamu dari kendi. Jamu ternyata akronim yang berarti ‘Jaga Mulut’. “Jaga mulut itu bisa berarti menjaga tutur kata. Tidak membuat hoax, gosip atau ngrumpi. Tapi juga menjaga pola makanan. Karena usia kita sudah tua, kalau tidak menjaga makanan, bisa timbulkan penyakit,” kata Romo Anton.

Selanjut, sambung Romo Anton, Warasemedi lanjut usia juga harus  “jari”, menjaga diri. “Ibu-ibu sekarang inikan hidup sendiri. Aja nganti njagake anake. Kalau anaknya mau memperhatikan, ya syukur. Kalau tidak ya tidak perlu sedih dan kecewa. Makanya ibu-ibu harus bisa menjaga diri. Menjaga makanan dan kesehatan.”

Yang ketiga, tambah Romo Anton, jaga hati. “Tidak usah saling menyakiti dan tidak usah mudah disakiti. Karena apapun yang kita lakukan sering kadang-kadang kurang berkenan. Makanya ibu-ibu harus kuat menghadapinya,” nasihat Romo Anton.

“Minumnya jamu dari mana? Dari kendi. Kendi itu kendalikan diri. Menjaga omongannya. Jangan sampai perbuatannya juga tidak terkontrol. Itulah tugas para Warasemedi, yakni memurnikan hidupnya. Kan kita tidak tahu sampai kapan kita bisa bertahan,” pungkas Romo Anton sambil menceritakan soal seorang janda dari Lingkungan Santa Dorothea yang empat hari lalu berduka karena ditinggal putranya tercinta untuk selama-lamanya, tapi hari ini dikabarkan meninggal dunia. (soni)

Paroki Minomartani