June 24, 2024

Cerpen Renungan: Baik dan Benar Serta Kesadaran Diri

[Parokiminomartani] –  Gombloh selesai membatu bapak pengumpul sampah untuk memisahkan antara sampah yang basah dengan sampah yang kering, masih tetap melanjutkan kejengkelan hatinya dengan grundelan sambil menyapu halaman ” coba menyapu halaman itu sambil bernyayi pasti tidak banyak daun kering yang terlewatkan Mbloh…” sapa Dul yang melihat Gombloh banyak meninggalkan daun- daun kering yang tidak tersapu.

Gombloh :” ini ya nyanyi Dul… cuma tanpa nada…”.

Dul :” nyanyi itu meskipun sedih, bahagia bahkan marah pasti enak didengar Mbloh… lha ini di telingaku aja sudah berontak untuk mendengarkan kok.. piye enak didengar..”.

Gombloh :” yo ora usah dirunggokke Dul “.

Dul :” sakjane ya malas aku mendengarnya Mbloh… tapi suaramu itu gembrengeng seperti suara lebah jadi ya mau tidak mau ya didengarkan Mbloh…. ngopo je Mbloh pagi-pagi kok nyanyiannya ga merdu “.

Gombloh :” itu lho… sampah yang di depan itu… sudah jeoas harus dipisahkan antar sampah basah dan sampah kering kok masih juga dicampur jadi satu… lha kan malah mrnyusahkan mereka yang mengumpulkan sampah… harus milah-milah lagi… lha orang diajak menjadi baik dan benar kok ga bisa ya “.

Dul :” bukan ga bisa Mbloh… belum bisa… karena untuk menjadi baik dan benar  itu harus dari kesadaran diri sendiri Mbloh… ketika sudah ada keinginan dari dalam hati orang tinggal berusaha mewujudkannya dengan setia dan tekun serta tidak bergantung dari keberadaan orang lain… kalau itu bersumber dari dalam diri sendiri, meski hanya sedikit perubahan pasti akan membawa kebahagiaan yang penuh syukur…”.

Gombloh :” lha piye mau berubah Dul lha niat aja tidak ada kok..”.

Dul :” lha kan seperti kamu Mbloh… niatnya menyapu dengan bersih tapi masih banyak daun kering yang berserakan…”.

Gombloh :” kan aku niatnya nyapu Dul… bukan biar mengumpulkan jadi satu daun kering… hhhhhh”.

Dul :” sak karepmu Mbloh… ora salah nak jenengmu Gombloh “.

Wis met pagi… semoga Tuhan memberkati hidup dan karya kita. (Senin, 28 Januari 2019, Romo Andita)

Paroki Minomartani