April 25, 2024

Cerpen Renungan: Berbesar Hati Menerima Apa Adanya

[Parokiminomartani.com] – Sambil melihat-lihat apa yang ada di dunia maya, Gombloh terlihat murung “Weeeh kok pakai acara sedih gitu Mbloh….emang berita apa yang kamu lihat?” sapa Si Dul yang sedang membersihkan sepedanya Tinul.

Gombloh: “Ora sedih Dul….hanya mikir saja…”.

Dul: “Lha mikir opo kok sampai masuk ke dalam relung hatimu sampai sedih membahana seperti itu hhhhhh”.

Gombloh: “Ora lebay seperti itu…’.

Dul: “Kan kita ini anak zaman now…hhhh”.

Gombloh: “Anak zaman now kok iseh ngelapi sepeda kuno….ngelapi ya motor seperti ini..” sambil Gombloh menunjukkan gambar motor dari laptopnya.

Dul: “Ooooooo….sini aku lapi motornya….” sambil Si Dul mau ngelap layar laptop.

Gombloh: “Wooooo…bocah gemblung…bukan laptopnya yang dilappi tapi harus punya motor yang baru seperti ini…”.

Dul: “Hhhhhh…ya sory Mbloh…Ooooo….jadi itu yang buat kamu sedih….karena belum bisa punya yang baru seperti itu….lha tinggal ambil dana yang disimpan terus beli aja Mbloh…kenapa harus sedih”.

Gombloh: “Masalahnya motor seperti ini tidak akan masuk dan dijual di tempat kita…”.

Dul: “Kalau gitu ya….impian dan angan-anganmu yang maya itu yang harus dilap atau dibersihkan…..sekarang mencoba menerima¬†apa yang ada dan menggunakan dengan kelapangan hati, akan membuat segala sesuatunya menjadi membahagiakan…dari pada memikirkan apa yang ada di dunia maya….lebih baik memikirkan Meice…meskipun sama-sama hanya sebatas dipikirkan tapi masih ada sepercik harapan…walau harapan tinggal harapan….hhhh..met pagi… semoga Tuhan memberkati hidup dan karya kita. (Minomartani, 26 Desember 2017, Romo Andita)

Paroki Minomartani