April 25, 2024

Cerpen Renungan: Perbedaan Itu Keindahan Ciptaan-NYA

[Parokiminomartani.com] – Melihat Gombloh yang tidak pernah mau makan jengkol tapi kini begitu lahap makan semur jengkol, Tinul menjadi heran “Waah…waaah…katanya tidak suka makan jengkol kok ini begitu lahapnya…ada angin segar dari mana Mbloh?”.

“Angin segar dari apanya Nul….yang ada puting beliung….kalau Gombloh sudah suka makan wah alamat kita ga kebagian Nul,” sahut Si Dul.

Gombloh: “Santai aja Dul….pasti akan kebagian…kalau ga kebagian ya biar Tinul yang masak lagi….tapi coba lihat perjuanganku sekian puluh tahun lho aku mencoba bertahan untuk tidak makan jengkol….karena bagiku ini makanan yang berbeda dg makanan lain…bagi tubuhku tidak pas….kini aku berjuang menerima perbedaan itu…dan ternyata rasanya…hmmmmm….buat lidah ga mau berhenti bergoyang”.

Dul: “Bergoyang apanya…kecut jadinya lihat kamu makan kemaruk gitu…”.

Tinul: “Santai aja Dul….nanti aku masak lagi….makanya Mbloh…ketidakcocokan atau perbedaaan itu ga harus dihindari apalagi dijadikan musuh…karena dari sana-NYA kita ini sudah berbeda…maka perbedaan itu bagian dari keindahan yang diciptakanNYA…..Dul buruan makan keburu habis lho jengkolnya !..”.

Dul: “Waaah iya Nul….ingat itu Mbloh…perbedaan itu keindahan yang diciptakan-NYA…..met Natal….semoga Natal menyemangati kita untuk belajar mengembangkan kemampuan menerima perbedaan dan mensyukurinya sebagai kekayaan dalam hidup kita…. Tuhan memberkati hidup dan karya kita. (Minomartani, 25 Desember 2017, Romo Andita)

Paroki Minomartani