April 25, 2024

Cerpen Renungan: Berharga Setelah Tiada

[Parokiminomartani.com] – Dengan mata mulai berkaca-kaca Tinul secara hati-hati membersihkan foto orang tuanya yang telah lama meninggalkannya. “Hmmmmm … mulai deh derai air mata dan tangis Bombay memecah keheningan pagi,” seloroh si Dul yang melihat Tinul mulai meneteskan air mata.

Tinul: “Ga ya Dul … ini cuma kena debu ya jadi perih di mata,” bela Tinul sambil menyeka air mata.

Dul: “Tangis Bombay ya ga apa Nul … ga ada yang bisa membendung perasaan kita kalau sudah musik di ati … tapi bentar tak carikan tissue dulu … biar tidak dleweran … mengko ndak mblenukke ilang.”

Tinul: “Ora ngono kuwi tho … mblenuk-mblenuk ya nak esok kamu cari lho.”

Dul: “Makanya kalau sampai mblenukmu hilang aku akan terasa kehilanganmu Nul … makanya aku kasih tissue … ngopo kok mesti dleweran kalau membersihkan foto simbok karo bapakmu.”

Tinul: “Lha mereka itu kan orang yang paling berharga dalam hidupku Dul.”

Dul: “Dulu waktu masih hidup dan bersama-sama kamu mereka berharga juga Nul?”

Tinul: “Ya berharga hanya rasanya tidak seperti sekarang … karena mereka sudah tidak bersama aku lagi … selamanya lagi,” sesekali Tinul masih sesenggukan.

Dul: “Hhhhhhh … Nul mereka itu menjadi berharga karena sudah hilang … Segala sesuatu akan menjadi sangat berharga kalau sudah tidak ada atau sudah tidak bersama kita dengan kita. Rasa kehilangan yang menjadikan sesuatu itu berharga. Namun akan lebih membahagiakan kalau kita mampu menghargai dan mensyukuri apa yang ada pada kita saat ini sebelum rasa kehilangan itu ada.”

Tinul: “Iya sih Dul … dulu ketika bersama tidak pernah memeluk mereka, sekarang ketika sudah tidak ada … fotonya dibersihkan terus.”

Dul: “Ya itu Nul … biar kamu bersihkan setiap hari … mereka tidak pernah merasakan pelukan kasih sayangmu … wis sekarang peluk aku aja Nul … mumpung masih bersama … nanti kamu sedih lho kalau sudah pisah dengan aku.”

Tinul: “Hmmmmm … ora sudi … lha durung mandi aja … Met pagi … semoga Tuhan memberkati hidup dan karya kita. (Minomartani, Sabtu, 21 April 2018, Romo Andita)

Paroki Minomartani