April 25, 2024

Cerpen Renungan: Bersyukur Saat Diberkati

[Parokimnomartani] –  Dul sambil ngantuk-ngantuk menemani Tinul yang sejak tadi belum juga bisa tidur setelah menerima telpon. Hanya Tinul tidak cerita apa yang diomongkan saat terima telpon ” wis tho Nul….kalau kamu pikir terus malah ga tidur-tidur lho….mau sampai kapan…” sapa si Dul pada Tinul yang masih duduk diam sambil pegang handphone.

Tinul menjawab dengan malas :” kalau kamu mau tidur….wis ga apa Dul tidur aja… aku belum ngantuk je…”.

Dul :” lha sakjane opo tho Nul…sing mbok pikirke…”.

Tinul sedikit membantah :” aku ga berpikir apa-apa ya…”.

Dul mulai penasaran :” ga mikir apa-apa, tapi tadi itu sebelum terima telpon kamu sudah mau tidur kok …lha setelah terima telpon malah jadi seperti gini kok…ga tidur-tidur…”.

Tinul :” lha piye Dul….karepe ngono ya ga dipikir tapi ya gitu pikirane ora iso diajak kompromi… tetap aja mikir “.

Dul : “lha emang kenapa Nul… coba diomongke ….ora dipikir dhewe ben lego… kalau sudah lego pasti akan dapat tidur…”.

Tinul mulai sedikit bercerita :” ya coba aja kalau kamu setiap saat mendengar orang yang selalu mengeluh gitu..bisa tenang ga pikiranmu…”

Dul :” ya kalau aku bukan tenang pikiranku Nul..rasanya malah pingin ngomel aja”.

Tinul :” nah itu malah lebih parah…malah ngomel-ngomel gitu…”.

Dul :” ya ga marah-marahlah Nul…paling aku hanya akan omong seperti ini….ciri kelalaian kita manusia adalah kita sering mengeluh ketika kesusahan kita rasakan karena diuji, tetapi kita tidak mudah untuk bersyukur ketika kemujuran kita dapatkan sebagai berkat dariNYA…gitu”.

Tinul sambil senyum :” hhhh…kalau itu sudah aku omongkan ya Dul…tapi ga mempan…”

Dul :” ya kalau gitu dimbarke wae Nul…lha orang itu kalau hanya maunya yang baik saja pasti susah orangnya…”.

Tinul :” tenan kok..sudah diomongi…”.

Dul :” sekarang kamu tak omongi…ge tidur… biar besok bisa bangun seger… ora dadi orang yang susah diomongi ya…”

Tinul :” iya…iya Dul….aku ga seperti dia ya…”.

Dul :” sudah sana tidur….”

Met pagi…..semoga Tuhan memberkati hidup dan karya kita. (Jumat, 25 Oktober 2019, Romo Andita)

Paroki Minomartani