April 25, 2024

Cerpen Renungan: Hidup Terus Mengalir

[Parokiminomartani.com] –  Pagi-pagi Tinul sudah menarik selang air yang biasanya dipakai menyiram tanaman pada sore hari. ” Nul… mau dipakai apa selang air itu…kan biasanya sore nyiram tanaman” sapa si Dul yang lihat Tinul narik-narik selang air.

Tinul : “bukan untuk siram tanaman Dul… ini untuk mengalirkan air ke rumah sebelah..”.

Dul :” lha kenapa kok sampai narik selang air”

Tinul :” katanya air PAM-nya mati, makanya minta air di tempat kita… kasihan ga bisa masak karena ga ada air…”.

Dul :” wis sini biar aku yang kerjakan Nul…”.

Tinul :” wah makasih Dul… kasihan je tadi minta-minta ke saya airnya… lha kalau ga bisa masak kan ya ga bisa makan…”.

Dul :” ooooooo… ya pasti… wis tenang aja Nul biar aku urus…”

Tinul :” hanya aku heran aja kok air PAM sering mati ya Dul… utung kita pakai air sumur”

Dul :” ya itulah Nul… seharunya PAM itu airnya yang mengalir terus… karena air itu menjadi hal pokok unuk kehidupan sehari-hari je… lha kalau sampai mati kan jadi mengacaukan kehidupan sehari-hari..”

Tinul : “itulah Dul… seperti air hidup kita terus mengalir tidak peduli kita sedih, tidak peduli kita bahagia, tidak peduli kita ada masalah, hidup akan terus berjalan… kalau berhenti mengalir ya matilah kita… makanya nikmati setiap saat kehidupan dengan syukur akan membuat kita selalu tersenyum…”.

Dul :” senyuman itu akan terjadi kalau kamu mau buat kopi tubruk Nul…”.

Tinul :” hmmmm… wis ujungnya pasti menyuruh ”

Met pagi … semoga Tuhan memberkati hidup dan karya kita. (Jumat, 21 Desember 2018, Romo Andita)

Paroki Minomartani