April 25, 2024

Cerpen Renungan: Kedamaian

[Parokiminomartani.com] –  Sambil bernyanyi lagu anak-anak si Dul dengan sabar mengayunkan sapu lidinya mengumpulkan daun-daun kering. ” di pucuk pohon cemara … burubg kutilang berbunyi … bersiul-siul….”

Nyanyian Si Dul berhenti karena ditanya sama Gombloh :” Mana burung kutilangnya Dul … yang ada hanya burung emprit aja…”.

Dul :” lagu ya Mbloh….”.

Gombloh :” hhhhhh… ngerti Dul… ora kok kamu pagi ini kelihatan seneng… biasanya lagu koplo… ini kok lagu burung kutilang..”.

Dul :” hhhhhh…. nyaman je ternyata nyanyi lagu anak-anak itu Mbloh… saranya damai “.

Gombloh :” lha ini ga ada pohon cemara… ga ada burung kutilang, adanya burung emprit dan pohon mangga …. kenyataan dengan lagunya aja berbeda terus di mana damainya Dul…”.

Dul :” hhhhhhh…. lha emang ga sama Mbloh… masak mau nyanyi burung kutilang harus ada burung kutilang…. yang penting itu rasa dihatinya Mbloh bukan kenyataan dan keadaan diluarnya “.

Gombloh :” berarti lagunya ga membawa damai Dul…”.

Dul :” oooooo… alah pantes wae nak jenengmu Gombloh… gini lho Kedamaian bukan sesuatu yang berasal dari luar diri kita. Kedamaian juga bukan karena suasana dan keadaan di luar diri kita, tetapi kedamaian itu berasal dari cara kita melihat semuanya dari sisi-sisi yang indah… berpikir dan merasakan bahwa semuanya itu indah adanya… gitu”.

Gombloh :” berarti kehadiranku saat ini juga kamu lihat dari sisi yang indah ya Dul..”.

Dul :’ ora… aku akan melihat sisi yang baik dari kamu kalau saat ini mau membuatkan mie rebus untuk aku … hhhhhhh”

Gombloh :” bocah gemblung…. malah nyuruh orang…”

Dul :” sesekali kebaikan itu nyata gitu lho Mbloh… bukan hanya jadi bahan omongan”.

Gombloh:” mau nyata ya buat sendiri… hhhhh..”

Met pagi … semoga Tuhan memberkati hidup dan karya kita. (Sabtu, 8 Desember 2018, Romo Andita)

Paroki Minomartani