July 13, 2024

Cerpen Renungan: Kesempatan adalah Harta Paling Berharga

[Parokiminomartani.com] – Gombloh sambil mendengarkan musik menyapu halaman samping rumah sehingga dia tidak mendengarkan panggilan si Dul. ” Mbloh.. Gombloh…”. Teriak si Dul sampil penepuk pundak Gombloh

Gombloh :” haaaah… apa Dul…”. teriak Gombloh sambil melepaskan headset yang ada di telinganya.

Dul :” naah gini kan bisa omong dengan baik….”.

Gombloh :” hhhhhhh… sory… ngopo je Dul sajak ono sing penting”.

Dul :” itu tadi Tinul manggil-manggil kamu tapi ga dengar jadi menyuruh aku untuk memangil kamu “.

Gombloh :” sory tenan ora krungu tenan aku ”

Dul :” lha kenapa je Mbloh kok pakai headset segala… biasanya juga ga pakai tho kalau nyapu halaman “.

Gombloh :” hhhhhh…. lha rasanya sepi je “.

Dul :” sepi gimana lha suara burung pagi hari itu lebih indah dibandingkan lagu yang kamu dengar itu…”.

Gombloh :” lha nunggu burung-burung itu berkicau ya lama Dul….”.

Dul :” ya ditunggu sambil nyapu kan tidak terasa Mbloh… lagian burung kan juga ga bisa diatur kapan mulai berkicau kapan tidak berkicau… jadi ya sabar wae Mbloh… mereka berkicau hanya sekali kalau pagi hari lho Mbloh… kalau ga sabar kamu tunggu pasti akan kehilangan kesempatan mendengarkan suaranya “.

Gombloh :” ya kan besok bisa didengarkan”

Dul :” ya kalau besok burungnya masih hidup dan bisa datang ke mari…. kalau burung itu mati ditembak orang …piye kehilangan kesempatan tho kamu …. kesempatan memang tidak berwujud atau tidak ada bentuk fisiknya Mbloh… tapi kesempatan itu harta yang paling berharga dalam hidup kita ….kalau tidak kamu manfaatkan jangan kecewa “.

Gombloh :” lha pikirku iso nanti-nanti aja Dul”.

Dul :” ya berdoa aja Mbloh kalau nanti-nanti kamu masih sempat… nah kalau yang ini tidak bisa nanti-nanti Mbloh… karena kalau kamu tunda bisa ga sarapan kita”

Gombloh :” dicari Tinul ya Dul… ya ini kamu lanjutin nyapunya… aku tak marani Tinul “.

Met pagi …. semoga Tuhan memberkati hidup dan karya kita. (Sabtu, 19 Januari 2019, Romo Andita)

foto: Maksimus Masan Kian

Paroki Minomartani