June 24, 2024

Cerpen Renungan: Kuasa Roh Baik dan Keegoan

[Parokiminomartani.com] – Banyak orang pagi-pagi sudah pulang dari tempat ibadat membuat hati si Dul sangat senang. “Lihat Nul betapa indah kehidupan di pagi hari ya … melihat orang-orang pulang dari tempat sembayah nampak damai.”

Tinul: “Hmmmmm … benar ya Dul … ditambah lagi dengan suasana yang masih tenang.”

Dul: “Hanya emannya keadaan seperti ini hanya sesaat … karena kalau mereka sudah beraktifitas dan berkumpul … hmmmmm … ga ada damainya sama sekali.”

Tinul: “Hhhhhhh … ya itulah Dul … sepertinya apa yang mereka buat diawal hari ga ada pengaruhnya … jangankan nanti Dul … keluar dari tempat ibadat saja kadang sudah berbuat kejahatan lagi meski hanya sekedar omong-omong.”

Dul: “Kadang aku itu berpikir lebih baik tidak usah sembahyang tapi selalu berbuat kebaikan dari pada rajin sembahyang tapi kejahatan dan dosa yang dilakukan.”

Tinul: “Benar Dul asal kebaikan yang dilakukan itu juga berasal dari hati yang baik dan tulus juga … kalau hanya dilihat orang supaya kelihatan baik ya sama saja membohongi diri sendiri.”

Dul: “Emang ga gampang ya Nul hidup baik itu.”

Tinul: “Ya ga mudah Dul … meski dalam¬†diri seseorang ada kuasa roh baik, namun ada ke-ego-an kita yang sama kuat, keduanya akan tampak dalam sikap, tindakan dan tutur kata. Bila buah dari sikap, tindakan dan tutur kata itu kedamaian dan cinta baik pasti itu dari roh baik, tapi bila buah dari sikap, tindakan dan tutur kata itu iri dengki dan kejahatan pribadi maupun menjemaah bisa dipastikan kalau itu dari kesombongan ego kita yang jahat dan dekil.”

Dul: “Padahal kita sering lihat orang yang ibadah setiap hari tapi sikap, tindakan dan tutur kata kita justru membuahkan kejahatan yang menjemaah dan dosanya masif … mungkin mereka berpikir kalau GUSTI ga tahu ya.”

Tinul: “Tolol bangiiiiit kalau sampai mengatakan GUSTI ga tahu … dirinya sendiri aja bisa tahu apalagi GUSTI Dul.”

Dul: “Hhhhhh … iya ya Nul … wis saiki tak berusaha membuka keikhlasan hati ku seluas samudera … jadi meski belum ada kopi tubruk pagi ini masih bisa bersyukur.”

Tinul: “Ooooalah Dul … Dul … arep njaluk kopi wae omong sing ndakik-ndakik … met pagi … semoga Tuhan memberkati hidup dan karya kita. (Minomartani, 25 Januari 2018, Romo Andita)

Paroki Minomartani