July 24, 2024

Cerpen Renungan: Memetik Hikmah

[Parokiminomartani] – ¬†Gombloh senyum-senyum sendiri sambil menyapu halaman, sesekali mengucapkan kata-kata yang tidak jelas kecuali dia sendiri yang mengerti apa yang dikatakan. ” haldalah…kok pagi-pagi sudah ada orang yang kehilangan kewarasannya…” komentar si Dul yang menghampiri Gombloh sambil membawa secangkir kopi tubruk

Gombloh :” weeeh siapa itu Dul…”.

Dul :” wong cedhak kene wae kok Mbloh..”.

Gombloh :” siapa itu Dul… kok mesakke tenan soko sehat jadi sedikit gila…emang stres kenapa ya Dul “.

Dul :” lha ga tahu Mbloh…lha tahu-tahu itu senyum-senyum sendiri sambil ngomel-ngomel kok….”.

Gombloh :” lha kamu ga tanya sama keluarganya sebabnya kenapa seperti itu”.

Dul :” lha kekuargane adoh je Mbloh “.

Gombloh :” waduuuh kok mesakke ya Dul…sakjane sopo dia itu…”.

Dul :” woooo wes jan ora ngenah kamu itu Mbloh…ya kamu itu orangnya.. “.

Gombloh :” ooooo….sontoloyo “.

Dul :” lha dari tadi aku lihat kamu nyapu sambil senyum-senyum sendiri sambil ngomel-ngomel…lha aku kira….”.

Gombloh langsung menyahut :” kamu pikir aku edan ya…jadi gila gitu…cah mendem “.

Dul :” lha emang kenopo kok kamu bisa seperti itu tadi…”.

Gombloh :” aku itu ingat pembicaraan tadi malam itu lho…kok ada orang yang tidak bisa terima keadaan …hidupnya hanya protes terus…mengeluh kok ga habis-habis…nyalahke GUSTI sisan … padahal hidupnya wis ora kurang-kurang lho…apa ga lucu kalau dirasakan…”.

Dul :” ya ora lucu Mbloh…prihatin…orang itu harus ingat Mbloh…apapun kenyataan yang kita terima kemarin, hari ini atau suatu saat nanti, tidak ada kata sia-sia, bahkan di balik semua itu, pasti ada hikmah terbaik yang bisa merubah kehidupan kita agar menjadi lebih baik dari sebelumnya…”

Gombloh :” ya seharusnya seperti itu Dul..”.

Dul :” lha dia kurang sering minum kopi tubruk mbloh… jadinya seperti itu…makanya aku bawakan kopi tubruk untuk kamu biar ga kebablasan seperti dia…”.

Gombloh :” lambemu Dul… sini kopinya…”

Met pagi…..semoga Tuhan memberkati hidup dan karya kita. (Sabtu, 22 Juni 2019, Romo Andita)

Paroki Minomartani