July 24, 2024

Cerpen Renungan: Menjadi Diri Sendiri

[Parokiminomartani.com] – Pagi-pagi benar Gombloh sudah mempersiapkan semuanya untuk kerja sampai lupa sarapan, hanya minum kopi tubruk. “Lho sarapane kok ga dimakan Mbloh,” tegur Tinul yang melihat heran polah Gombloh di pagi ini.

Gombloh: “Waaah sampai lupa aku Nul … sik bentar nanti aku makan kok sarapannya.”

Tinul: “Duduk dulu bentar terus sarapan dulu … kasihan lho si Dul sudah menyiapkan untuk kita.”

Gombloh: “Bentar Nul … ini lagi berpikir apa-apa yang perlu dipersiapakan.”

Tinul: “Gimana bisa berpikir Mbloh kalau upyek terus gitu … duduk nikmati sarapan pasti bisa berpikir dengan baik.”

Gombloh: “Hmmmmm … orang kalau mau sukses itu berawal dari cara berpikir yang tertata rapi dalam mengawali setiap pekerjaan bahkan di pagi hari sudar tertata rapi apa yang ada di dalam pikiran kita … itu yang dilakukan bosku di kantor … maka dia berani mengatakan from zero to hero.”

Tinul: “Ooooooo … pagi ini ceritanya mau memetik kesuksesan yang sama seperti yang dialami oleh bosmu gitu ya Mbloh.”

Gombloh: “Tepat sekali Nul.”

Tinul: “Hhhhhhh … emang sih Mbloh melihat kesuksesan orang lain memang indah namun harus selalu kita sadari bahwa kita tidak akan mampu meraih kesuksesan yang sama karena apa yang kita dapatkan sangat bergantung dari apa yang kita lakukan dengan penuh keikhlasan hati dan rahmat GUSTI yang dianugerahkan sesuai dengan kemampuan kita … jadi diri sendiri itu yang penting Mbloh.”

Gombloh: “Lho aku juga mau menjadi diri sendiri yang sukses Nul.”

Tinul: “Benar Mbloh … tapi dengan cara yang sesuai dengan kemampuan diri sendiri bukan mencoba melakukan apa yang dilakukan oleh orang lain … kalau itu terjadi ya kamu tidak pernah jadi diri sendiri … hmmmmm … pantas Meice tidak pernah mengenal dirimu Mbloh.”

Tahu-tahu Dul datang dan lagsung mengambil jatah sarapan Gombloh: “Ya seperti itu Nul … Gombloh itu hidupnya tidak realistis tapi selalu di angkasa … jadinya tidak tahu kalau ada sarapan yang enak … makasih sarapannya ya Mbloh.” Gombloh hanya mlonggo melihat si Dul mengambil sarapannya.

Tinul: “Wis enthekke wae Dul… Met pagi …. semoga Tuhan memberkati hidup dan karya kita. (Minomartani, Rabu, 20 Juni 2018, Romo Andita)

Paroki Minomartani