July 24, 2024

Cerpen Renungan: Menjalani Rutintas

[Parokiminomartani.com] –  Si Dul melihat dari tadi Gombloh hanya keluar masuk rumah tanpa ada kejelasan apa yang dicari atau apa yang dibutuhkan. Maka Si Dul menghentikan kerjaannya dan menghapiri Gombloh ” kamu itu kenapa Mlboh kok seperti boneka burung di jam diding … keluar masuk … keluar masuk … ngopo je ” tanya Dul

Gombloh :” hmmmmm… aku bingung je Dul…”

Dul :” lha jelas kalau bingung… lha dari tadi aku lihat kamu keluar masuk rumah… ada ya belum selesai ya kerjaannya “.

Gombloh :” sudah selesai semua ya kerjaannya… hanya mau berangkat kerja itu lho kok jadi ragu-ragu aku.”.

Dul :” ragu-ragu kenapa Mbloh… gakut kalau diomeli bos ya… takut kerjaan di kantor yang masih menumpuk…”.

Gombloh :” bukan ya Dul… kan kamu tahu tidak ada kerjaan yang terbengkalai di tanganku… aku hanya bingun aja Dul… masak hidupku hanya seperti ini terus…”.

Dul :” lha kan yang seperti itu kehidupan yang seharusnya kamu jalani Mbloh… sudah pilihanmu lho…”.

Gombloh :” iya sih Dul… cuma aku merasa yang menjalani seperti rutinitas aja, hanya sebagai sebuah kewajiban aja … ora ono isine je … beda kalau aku lihat kamu sama Tinul, meski rutinitas tetapi menikmati betul hari-harinya”.

Dul :” weeeh kalau itu ya sawang sinawang, apa yang kamu lihat aja tetapi ya tetap aja ada kejenuhan cuma aku selalu berpikir gini Mbloh… bila kita sudah siap untuk melangkah kita bukan hanya sadar kalau akan bergerak maju ke depan tetapi kita juga harus siap meninggalkan keadaan lama yang mungkin membuat kita merasa nyaman dan engan untuk berubah menuju keadaan baru yang tentunya dengan harapan yang baru…”.

Gombloh :” justru itu yang terjadi… susah je membangun niat seperti itu…”.

Dul :” lihat dengan cara pandang dan cara berpikir serta cara merasakan yang baru Mbloh… seperti cara pandang, cara berpikir dan cara merasakan kamu terhadap mbakyu Prenjak itu… kan berubah seperti tumbuh harapan baru… ya tho Mbloh”.

Gombloh :” sotoloyo kamu itu Dul… wis mbuh…”

Met pagi … semoga Tuhan memberkati hidup dan karya kita. (Senin, 10 Desember 2018, Romo Andita)

Paroki Minomartani