April 25, 2024

Cerpen Renungan: Merawat Rahmat Tuhan

[Parokiminomartani] –  Si Dul selalu  dirawat dan menyimpan apa-apa yang baik, bahkan kaos yang sudah berusia puluhan tahun masih disimpan dengan rapi. ” waaah itu kaos anak siapa Dul kok masih kamu simpan gitu…” sapa Tinul

Dul :” bukan kaos anak siap Nul… ini kaos aku ditukokke simbok waktu ziarah je…”.

Tinul :” lha kok gambare bukan tempat ziarah Dul… malah gambar wayang punokawan “.

Dul :”…. Hhhhhh… iya gambar wayang punokawan si gareng Nul…. ya gara-gara kaos ini waktu kecil aku dipanggil gareng… makanya aku simpan terus”.

Tinul :” berarti kamu waktu itu seperti gareng ini ya Dul…kurus kering kecil gini ya ”

Dul :” sepertinya begitu Nul…”.

Tinul :” lha aku malah ora nduwe ngono kuwi Dul… baju-baju yang dulu dibelikan simbok sudah tidak ada …sudah diberikan orang lain…lha wis ora muat juga”.

Dul :” ya aku aku masih ada beberapa sih Dul… untuk mengingat aja kalau ada sesuatu yang indah dulu dalam kehidupan kita “.

Tinul :” benar ya Dul… tapi nanti dikira tidak move on Dul…”.

Dul :” bener Nul tapi bukan soal barangnya melainkan soal berkat yang sudah kita tetima dari GUSTI melalui orang di sekitar kita “.

Tinul :” iya Dul… lha GUSTI itu selalu memberi rahmat pada kita. Siapapun dari kita telah diberi rahmat untuk hidup. Namun demikian kita tidak boleh abai menjaga dan menumbuhkan rahmat itu dalam perjuangan harian kita. Rahmat itu bisa tak terasa dan makin hilang kalau kita tidak memeliharanya. Hanya mereka yang menjaga dan memperjuangkan rahmat tersebut yang akan bahagia pada waktunya…”.

Dul :” pinter tenan kamu Nul… yang tidak mudah adalah menjaganya Nul… bukan mendapatkannya…”.

Tinul :” bener Dul… tapi pagi ini aku belum mendapat apa-apa je… bahkan kopi tubruk aja belum…”.

Dul :” wah sory… lali Nul….bentar ya ”

Met pagi…. semoga Tuhan memberkati hidup dan karya kita. (Senin, 18 Februari 2019, Romo Andita)

Paroki Minomartani