June 25, 2024

Cerpen Renungan: Penyesalan

[Parokiminomartani] –  Gombloh sambil tergesa-gesa lari menghampiri si Dul yang masih berdiri di samping pintu ruang depan :” lho sudah pulang tho Dul….kenapa ga diajak ngobrol lama…” ungkapan kecewa Gombloh

Dul dengan sedikit bingung :” siapa yang pulang…”.

Gombloh sambil menujuk jalan :” itu lho yang barusan pulang tadi…yang barusan ngobrol sama kamu itu….”.

Dul sambil senyum :” hhhhhh….mbakyu Prenjak tho Mbloh….”.

Gombloh :” lha iya siapa lagi Dul…harusnya tadi diajak ngobrol agak lama dikit…biar aku bisa ketemu meski hanya sebentar…”.

Dul :” lha mau ngajak ngobrol gimana lha yang dicari mbakyu Prenjak ga ada kok…”.

Gombloh :” emang cari siapa…”.

Dul ;” ya cari Sarinullah….masak cari kamu…”

Gombloh :” ya kan bisa bilang tunggu sebentar sampai Tinul pulang dari warung mbakyi Darmi….”

Dul :” lha mbakyu Prenjak buru-buru pulang karena mau nyusul Tinul ke warung mbakyu Darmi kok…”.

Gombloh :” wiiis nyesel aku Dul… ga nyapu pagi-pagi…. coba tadi pagi aku nyapu halaman pasti ketemu mbakyune sing ayu…”.

Dul sambil senyum :” waktu ya Mbloh…hhhhh… penyesalan akan menyentuh hati kita yang tenang dan damai saat kita tidak mampu menyadari bahwa waktu dan kesempatan itu berlalu tanpa sesuatu yang dapat lakukan dan hasilkan, karena sejatinya  kesempatan dan waktu sesingkat apapun merupakan harta yang paling berharga yang mampu memberikan kelegaan dalam hati kita “.

Gombloh :” wiiiis…ga usah makin buat aku menyesal….lebih baik sekarang buat kopi sana Dul…”.

Dul :” wooooo…siap Mbloh… kopi tubruk ya kubuat memberi efek menenangkan hati yang kecewa … hhhhhhh….”.

Gombloh :” buruan tho Dul….ora usah kakean crigis….”

Met pagi……semoga Tuhan memberkati hidup dan karya kita. (Jumat, 27 Agustus 2019, Romo Andita)

Paroki Minomartani