July 13, 2024

Cerpen Renungan: Waktu yang Terus Berubah

[Parokiminomatani] – Tinul untuk beberapa saat hanya berdiri di depan cermin dan memandangi wajahnya. Dul yang melihat tingkah Tinul heran karena tidak biasanya berperilaku seperti itu, maka dengan hati-hati mendekati Tinul :” Nul… Sarinul… kamu itu bercermin terus kenapa… ada yang aneh ya di wajahmu…”.

Tinul sambil melihat Dul dari cermin tersenyum :” coba Dul… kamu lihat dengan teliti wajahku…”.

Dul langsung menyahut :” weleh… setiap hari itu sudah aku lihat wajahmu Nul… lha malah sampai hafal je…”.

Tinul :” wis tho ora nyesel dhisik… lihat dan cermati sampai detil….”.

Sesaati si Dul mengamati wajah Tinul dari cermin. Tinul lagi bertanya :” piye Dul… ada sesuatu yang berbeda apa tidak…”.

Dul langsung memegang kepala Tinul dan mengamati secara langsung :” dilihat langsung aja dari pada dari cermin ” hmmmmm….sepertinya ga ada yang berubah lho Nul…tetep bunder…”.

Tinul :” waaaah…jan berarti kamu ga hafal betul…lihat tho kerutan di samping mataku itu kan sudah mulai bertambah…”.

Dul :” ooooo….alah aku kira apa Nul… Nul… ya kalau itu setiap manusia pasti akan mengalami Nul … seiring perjalanan waktu dan usia kamu…tambah tuwo ya tambah kerutan”

Tinul :” iya tapi malu je kalau bercermi itu kok sudah ga licin lagi…”.

Dul :” kalau mau licin… kasih minyak Nul… wis jan… kita itu harus sadar Nul bahwa dalam sekejap kita bisa menghadapi perubahan, baik perubahan dari dalam diri kita sendiri maupun perubahan yang terjadi di luar diri kita. Hanya orang yang tidak terjebak dan terikat pada kemapananlah yang mampu menerima dan menghidupi perubahan itu dengan rasa syukur…”.

Tinul :” aku bersyukur kok Dul…nyatane iseh kethok ayu tho aku…”.

Dul :” ooooo… iseh Nul… nek nyawange soko puncak gunung merapi…”.

Tinul sambil lengat-lengut :” kan aku seperti sri gunung…”.

Dul : ” gunung njebluk iya Nul… lha awakmu wae wis njebluk gitu…”.

Tinul :” wis ben sing penting tetep ayuuuu…”

Met pagi…. semoga Tuhan memberkati hidup dan karya kita. (Sabtu, 28 September 2019, Romo Andita)

Paroki Minomartani