April 25, 2024

Mbah Darmi, Janda Tua yang Rindu Ngunduh Rosario di Rumahnya

[Parokiminomartani.com] – Namanya Fransisca Suci Sudarmi, tapi ia biasa disapa Mbah Darmi. Di rumahnya yang sempit dan sangat sederhana, tidak lebih dari 4 X 5 meter, Mbah Darmi tinggal seorang diri. Suaminya telah meninggal, sedangkan ketiga anaknya semuanya sudah mentas.

Ruang tidur merangkap ruang tamu, tanpa kursi dan meja (soni)

Mbah Darmi yang bertempat tinggal di RT 15, RW 15, Karangasem, Condongcatur, Depok, Sleman ini termasuk keluarga prasejahtera. Dan karena status dan kondisinya ini Mbah Darmi mendapat bantuan pemeliharaan kesehatan dari Pemda Sleman berupa Kartu Jamkesda. “Ya, kalau sakit periksanya di Puskesmas gratis. Ada kartunya dari kelurahan. Yang daftar Pak RT,” ujar Mbah Darmi saat  ditemui di rumahnya, Selasa sore (13/2/2018).

Mbah Darmi adalah umat di Lingkungan Santo Alfonsus. Walaupun sudah termasuk sepuh, namun Mbah Darmi tetap giat bekerja untuk menafkahi hidupnya. Ia bekerja sebagai tukang rajut dengan penghasilan yang tidak tentu. “Merajut satu tas nanti saya dapat bayaran Rp 50 ribu. Satu tas biasanya selesai 4 hari. Kalau baju juga bisa, tergantung apa yang diminta juragan saya. Baju saya dapat Rp 70 ribu.”

Dapur dan kamar mandi/WC menyatu tanpa sekat (soni)

Kondisi rumah Mbah Darmi memang sangat mengenaskan. Di rumah berukuran 4X5 Meter, harus disekat menjadi dua ruangan. Satu ruangan untuk ruang tidur sekaligus ruang tamu. Dan sama sekali tanpa meubel.  Sedangkan sisanya, tidak lebih dari 1,5 X 5 meter untuk dapur dan kamar mandi / WC sekaligus. Dikatakan sekaligus karena tidak ada sekat apapun antara dapur dan kamar mandi/WC. Los menjadi satu ruangan.

Mbah Darmi masih aktif di lingkungan, terkadang ikut koor. Satu harapan yang selama ini belum kesampaian adalah keinginannya agar dirinya bisa menerima umat di lingkungannya untuk berdoa Rosario. Untuk mencapai niatnya ini Mbah Darmi ingin memasang atap pada teras rumahnya yang sudah dibangun lantainya. “Saya sudah beli seng, tapi dananya belum ada. Anak-anak minta saya untuk sabar. Nanti kalau terasnya sudah ada atapnya bisa gelar tikar dan umat bisa Rosario di sini.”

Mbah Darmi yang rajin ke gereja ini mengakui sangat bahagia ketika melihat cucunya, Emanue Bagus Armindo, kini siswa kelas 7 SMP Negeri 2 Depok, menjadi misdinar. “Rasanya Bangga. Makanya kalau cucu saya bertugas, saya mesti ikut misa sama cucu.”

Janda tua yang tetap rajin bekerja sebagai tukang rajut untuk mencari nafkah dengan penghasilan yang tidak tetap (soni)

Mbah Sudarmi adalah salah satu umat yang akan mendapat bantuan Program Renovasi Rumah dari Paroki Santo Petrus dan Paulus Minomartani. Pengajuan dari Lingkungan Santo Alfonsus serta survey yang dilakukan oleh Tim dari Bidang Diakonia Paroki Minomartani, sudah merekomendasikan bahwa teras rumah janda ini, serta beberapa bagian lain rumahnya akan segera dibangun dan direnovasi. (sdr)

Paroki Minomartani