July 13, 2024

Cerpen Renungan: Adigang, Adiguna, Adigung

[Parokiminomartani.com] – Sambil senyum-senyum Si Dul menyerahkan telur ayam titipan Tinul, “Kamu kenapa Dul kok pulang dari warung kok senyum-senyum…apa lucunya,” sapa Tinul yang heran.

Dul: “Hhhhhh…tadi itu waktu di warung ada tulisan yang menarik Nul…gini tulisannya ‘kalau tidak punya uang jangan beli rokok, apalagi meminta’….larangan yang sekaligus memberikan kebebasan….itu yang lucu…”.

Tinul: “Ya benar itu Dul…kalau kamu ga punya uang ya jangan beli”.

Dul: “Lha kalau siapapun yang punya uang bisa beli termasuk anak-anak Nul..”.

Tinul: “Weeeh i ya ya Dul…lha ora jelas..hhhhhh…”.

Dul: “Lucu tho Nul….karena bagi yang tidak punya uang larangan itu berlaku tapp bagi yang punya uang larangan itu tidak berlaku…”.

Tinul: “Hhhhhh itu namanya orang buat aturan untuk keuntungan dirinya sendiri….bagi diri kita aturan itu tidak berlaku tapi bagi orang lain aturan itu berlaku jadi aturan itu hanya berlaku untuk orang lain….”.

Dul: “Itu namanya adigang..adigung…adiguna….sak karepe dhewe…”.

Tinul: “Hhhhh….yang namanya mengatur orang lain itu mudah, tapi mengatur diri sendiri itu yang tidak mudah gitu Dul….kamu tahu Dul siapa yang membuat tulisan itu?”

Dul: “Wah ga tahu Nul lha aku ga tanya siapa yang nulis….tapi kreatif juga lho Nul…hhhhhh…”.

Tinul: “Kreatif apanya Dul….kreatif itu kalau sekarang kamu yang akan¬† masak orak-arik telur…hhhh…wis ngeleh je aku”.

Dul: “Lha ini yang namanya mengatur orang lain itu mudah….met pagi…. semoga Tuhan memberkati hidup dan karya kita. (Minomartani, 24 Desember 2017, Romo Andita)

Paroki Minomartani