July 24, 2024

Cerpen Renungan: Alam dan Hukum Kebenarannya

[Parokiminomartani.com] – Belum sempat mandi Gombloh sudah buru-buru mau naik motor. Melihat hal itu Si Dul langsung teriak, “Mbloh … Gombloh … mau ke mana … hoooi … berhenti!”

Gombloh: “Bentar Dul … ini buru-buru.”

Dul: “Sik … sik … sik … ora perlu buru-buru.” Sambil matikan motor, Dul menghentikan motor yang mau dipakai Gombloh. “Emang kenapa Mbloh kok seperti kebakaran kumis … padahal kamu ga punya kumis lho.”

Gombloh: “Ora guyon Dul ini serius ya … kalau tidak dijelaskan nanti ujungnya menjadi tidak karuan.”

Dul: “Emang soal apa kok sampai membuat kamu kayak cacing kepanasan.”

Gombloh: “Ini soal mbak yu Dharmi.”

Dul: “Oooooooalah … soal mbak yu Dharmi tho … kemarin Tinul yang muring-muring sekarang kamu … Mbloh elingo … bukan urusanmu.”

Gombloh: “Lha kalau ga ada yang membereskan pasti pasti ga beres-beres lho.”

Dul: “Walah Mbloh … Mbloh … lha mbak yu Dharmi aja ga peduli kok … kamu yang repot … Mbloh … tidak perlu susah-susah kita menjelaskan tentang apa yang terjadi sebenarnya karena, orang yang menyukai tidak memerlukan penjelasannya dan orang yang membenci tidak akan mempercayai penjelasanmu itu. Jadi biarkan hukum alam yang akan menjawab semua kebenarannya karena alam mempunyai hukumnya sendiri.”

Gombloh: “Iya Dul … tapi sampai kapan?”

Dul: “Ya sampai pada Koes plus … kapan-kapan … hhhhhhh … wis ados sana ga usah diurus … Met pagi … semoga Tuhan memberkati hidup dan karya kita. (Minomartani, 16 Februari 2018, Romo Andita)

Paroki Minomartani