Cerpen Renungan: Bersyukur Apa Adanya

[Parokiminomartani] –  Gombloh pulang sambil membawa 3 lembar undangan. ” iki Nul…undangan untuk kamu, satu nanti untuk si Dul…dan satu untuk aku….” sambil Gombloh mengulurkan undangan pada Tinul.

Tinul sambil mlengo menerima undangan yang di ulurkan Gombloh :” undangan apa Mbloh…njuk dari mana”.

Gombloh :” undangan dari mas yang ga pernah tumbuh…”

Tinul :” hhhhhhh…sopo kuwi mas yang ga pernah tumbuh itu Mbloh…”.

Gombloh sedikit senyum :” masak sih Nul… ga tahu… mas yang ga pernah tumbuh…”.

Tinul makin penasaran :” siapa sih Mbloh…ora njenengke wong sembarangan lho…”.

Gombloh :” hhhh… mas Bibit ya Nul… lha bener tho mas ga pernah tumbuh… bibit kan belum tumbuh Nul…”

Tinul :” mboh Mbloh…wong kok sembarangan njenengke orang…emang kenapa kok pakai sebar-sebar undangan…”

Gombloh :” arep syukuran Nul…”.

Tinul :” syukuran dalam rangka apa Mbloh…”.

Gombloh :” kalau diundangan sih tertulis ‘syukuran karena rahmat TUHAN atas kenaikan jabatan’ gitu Nul…”

Tinul :” weeeeh…enak ya naik jabatan syukuran…lha berarti aku sama Kasdulah ga pernah syukuran ya Mbloh …lha ga akan pernah naik jabatan…”.

Gombloh :” hhhhh…ya kalau mau syukuran jangan karena mendapatkan uang banyak kita mengatakan itu berkat rejeki dari GUSTI, mendapatkan jabatan kita mengatakan itu rahmat TUHAN, mendapatkan kesehatan itu kemurahan ALLAH, kita sukses dalam setiap usaha yang kita lakukan kita mengatakan YANG MAHA AGUNG berkarya dalam hidup kita… baru kita bersyukur…”.

Tinul langsung memotong :” lha kalau kita mendapatkan kesusahan, kesedihan dan kesulitan dalam kehidupan kita….apa yang akan kita katakan tentang GUSTI, TUHAN, ALLAH dan sebutan apalagi … terus apa kita bisa bersyukur ya Mbloh…”..

Gombloh :” hhhhhhh…sepertinya kalau kamu susah, sedih, menderita dan banyak masalah kamu bersyukur …pasti kamu orang pertama di dunia yang bersyukur karena susah, sedih dan masalah…”.

Tinul :” pasti masuk rekor dunia dan MURI ya Mbloh…. wis… wis…bahagia dan syukur itu kan adanya di hati bukan di rejeki, kekayaan, harta apalagi jabatan…tapi aku seneng kalau tiap hari ada yang syukuran gini…mbok tiap hari kamu cari orang yang syukuran gini Mbloh…lumayan ga masak…”.

Gombloh : “woooo… dasar cah gemblung…”

Met pagi…..semiga Tuhan memberkati hidup dan karya kita. (Jumat, 1 November 2019, Romo Andita)