June 25, 2024

Cerpen Renungan: Menghargai Proses

[Parokiminomatani] –  Pagi-pagi Gombloh sudah mengeluh karena koran yang menjadi langanan dari hari kehari mulai menipis. ” waaah koran sekarang ini kok mulai tipis halamannya mulai berkurang … sudah gitu harganya ga berkurang malah tambah naik…jan ora mutu tenan “.

Dul yang mendengar kelihan Gombloh berkomentar sambil geleng-geleng kepala :” pagi-pagi kok wis ngeluh tho Mbloh….”.

Gombloh :” ora ngeluh ya Dul….ini cuma komentar kok koran sekarang maikin tipis dan halamannya juga mulai berkurang lho..”.

Dul :” ya ga apa tho Mbloh…mungkin sudah ga banyak berita…jadi kurang halamannya..”.

Gombloh :” ya bisa jadi tapi kan seharusnya berkurang juga harganya Dul…lha ini malah naik harganya…”.

Dul senyum :” hhhhh… terus maumu dengan berkurangnya jumlah halaman juga berkurang harganya gitu…”.

Gombloh :” ya seharusnya begitu….”.

Dul :” Mbloh…Gombloh…jumlah halaman bisa berkurang Mbloh tapi biasa untuk mendapatkan berita ya ga bisa berkurang…malah bisa jadi tambah Mbloh….jangan lihat satu sisi tapi sisi lain juga harus dilihat…”.

Gombloh :” lha kan orang kalau beli korang pasti juga lihat jumlah halaman, banyaknya berita penting dan tidak banyak iklan…lha kalau seperti ini coba lihat…halaman tengah aja isinya iklan … piye jal…”.

Dul sedikit jengkel :” ya ga piye- piye Mbloh…sing piye itu kamu…hanya maunya terima beres aja … coba pikir Mbloh… berapa orang yang terlibat dibalik terbitnya koran ini…kalau kamu berpikir ke sana pasti tidak iyik seperti ini…”.

Gombloh :” iya sih…”.

Dul langsung nyolot :” iya sih…iya sih…kita tidak akan pernah menghargai hasil akhir kalau kita tidak pernah menghargai proses untuk mencapai hasil terakhir. Ingat Mbloh….setiap proses yang dialami selalu ada perjuangan, kesulitan bahkan rasa sedih dan bahagia itu ada didalamnya…sebenarnya proses untuk sampai pada hasil yang patut untuk dihargai…”.

Gombloh :” iya ya Dul…neng ora nesu tho…”.

Dul :” oea nesu iki mung sedikit kenceng wae…”.

Gombloh :” ya wis…rampung diskusine…tak ngombe kopi wae…”.

Dul :” ngombe opo lha durung ono je…”

Gombloh :” weeeh..lha kok…”.

Dul mememtong :” lha mbok ajak omong ini jadi belum aku buat…”.

Gombloh. :” hmmmm…..hargai proses ya…”

Dul :” hhhhhh…i ya…gitu Mbloh :” met pagi….semoga Tuhan memberkati hidup dan karya kita. (Kamis, 31 Oktober 2019, Romo Andita)

Paroki Minomartani