July 24, 2024

Cerpen Renungan: Brsyukur Atas Anugerah Tuhan

[Parokiminomartani.com] – Melihat tetangga yang setiap pagi membawa anaknya untuk bisa merasakan hangatnya sinar mentari pagi membuat si Dul sempat sedikit berkaca-kaca. Dengan secepat kilat Tinul memberikan kain untuk mengusap air mata sambil berkata, “Usap air matamu Dul … jangan biarkan orang lain melihat kelembutan hatimu yang selembut hati hello Kitty.”

Dul: “Asem kowe Nul … ini menunjukkan kalau aku sebenarnya memiliki hati yang lembut dan tulus jadi mudah trenyuh dengan peristiwa yang luar biasa.”

Tinul: “Kalau hanya trenyuh itu semua orang pasti merasakan Dul … karena semua punya hati … tapi kalau melakukan seperti yang dilakukan pak lek Sabar … tidak semua orang bisa.”

Dul: “Iya ya Nul … lha pak lek Sabar itu ngopene jelas bukan anaknya sendiri lho … sudah gitu anaknya tidak normal seperti anak-anak lainnya tapi ga pernah aku lihat lek Sabar itu mengeluh … selalu happy … lihat saja kalau pas bawa anaknya di luar … setiap orang yang kebetulan lewat disapanya dengan senyum dan mengajari anaknya untuk menyapa dengan senyum juga … tidak ada rasa malu bahkan sepertinya kehadiran anak yang bukan anaknya sendiri itu seperti berkat bagi lek Sabar.”

Tinul: “Itu Dul yang aku kagum sama lek Sabar … sesuai dengan namanya Sabar.”

Dul: “Benar Nul … tidak banyak orang yang istimewa seperti lek Sabar … orang seperti lek Sabar inilah yang sungguh akan melihat keagungan GUSTI … sebaliknya Karena kedekilan dan kesombongan hati dan budi kitalah yang membuat Keagungan GUSTI yang dianugerahkan dalam kehidupan kita menjadi sesuatu yang tidak sempurna.”

Tinul: “Bener Dul … makanya kamu harus selalu ingat … tidak mungkin ketidaksenpurnaan itu keluar mengalir dari GUSTI, apapun adanya pasti sempurna karena¬† GUSTI sendiri Mahasempurna.”

Dul: “Jempol Nul … tapi akan lebih sempurna pagi kita saat ini kalau ada kopi tubruk buatanmu … hmmmmm.”

Tinul: “Wis hapal aku Dul … ujungnya kopi tubruk … Met pagi … semoga Tuhan memberkati hidup dan karya kita. (Minomartani, 21 Februari 2018, Romo Andita)

Paroki Minomartani