April 22, 2024

Cerpen Renungan: Egois Mengejar Kebahagiaan Diri

[Parokiminomartani.com] –  si Dul pagi-pagi sudah duduk termenung di samping rumah. Tidak seperti biasa pagi-pagi sudah sibuk bergulat dengan daun-daun kering, dia hanya termenung dengan mata yang berkaca-kaca ” Dul … Kasdulah … ngopo je kok pagi-pagi membuka hari dengan kesedihan…” sapa Tinul yang melihat Si Dul yang kelihatan sedih.

Dul :” maunya ga sedih Nul … tapi kalau pas gini emang ga bisa ditahan je…”.

Tinul :” lha emang kenapa Dul….”.

Dul :” sory ya Nul … kalau agak sedikit lebay…”.

Tinul :” santai Dul … aku tahu siapa kamu …emang kenapa … gara-gara gambar semalam ya…”.

Dul :” ya gara-gara gambar semalam itu … jadi ga bisa tidur … sedih rasanya Nul … sepertinya apa yang sampai saat ini aku berikan tidak akan pernah cukup untuk membuat mereka bahagia … sedih dan nyesel juga rasanya je Nul…”.

Tinul :” itulah Dul … kita sering kali lupa dengan orang-orang yang menyayangi kita … kita sering kali terlalu egois untuk mengejar kebahagian sendiri hingga kita melupakan kebagiaan orang yang sunggung mengasihi kita tanpa mengenal pamrih … dia orang tua kita…”.

Dul :” itulah Nul … jangan sampai terlambat untuk membuat mereka bahagia … siapapun mereka yang mengasihi kita Nul…”.

Tinul :” iya Dul … tapi pagi-pagi sudah sedih-sedih seperti ini…”.

Dul :” lha piye Nul … akan lebih sedih lagi kalau kamu tidak segera buat sarapan Nul … wis lapar je….”.

Tinul :”ooooooo … malah sing dipikir perut kosong … ya tak masakke dulu…”

Dul :” lha ini ya sudah lapar je Nul…”.

Tinul :” jangan-jangan kamu nangis karena lapar Dul…”.

Tinul :” sepertinya gitu Nul….”.

Tinul :” ooooooo … solotoloyo kowe ….  Met pagi … semoga Tuhan memberkati hidup dan karya kita. (Senin, 26 November 2018, Romo Andita)

Paroki Minomartani