June 24, 2024

Cerpen Renungan: Hal Kebutuhan

[Parokiminomartani] – Dul pagi-pagi setelah menyiapkan kopi tubruk untuk Gombloh dan Tinul langsung menikmati kopi tubruk buatanya sendiri di balai-balai samping rumah. Hanya duduk diam sambil menatap kebun tetangga yang sudah mulai rimbun karena lama tidak dibersihkan ” ora apek Dul …pagi-pagi sudah bersila diam dengan tatapan kosong….” sapa Tinul yang mengagetkan si Dul

Dul :” weleeeh…Sarinul…Sarinul….esok-esok kok marai kaget lho…”

Tinul :” lha pagi-pagi sudah ngelamun gitu…ga baik ya Dul…”.

Dul menjawab sambil bergeser duduknya :” ga ngelamun ya Nul….”.

Seperti diberi isyarat Tinul langsung duduk samping si Dul :” lha kamu bengong seperti itu tadi apa bukan ngelamun namannya…”.

Dul :” ga ya Nul….aku itu hanya lagi melihat kebun sebelah itu lho…sudah mulai rimbun lagi…”

Tinul :” iya ya Dul…padahal mereka baru di rumah anaknya…kita juga ga tahu kapan pulang”

Dul :” kemarin hanya pamit mau pergi dan titip kunci rumah aja ya Nul…”.

Tinul :” iya je…lha ga bilang juga kapan pulangnya Dul….emang kenapa”.

Dul :” itu kebunnya kan sudah mulai rimbun…. kalau kita bersihkan kira-kira boleh apa tidak ya…”.

Tinul :” sepertinya boleh Dul….tapi nanti dulu ya…nanti kalau kita jadi salah tebang piye”.

Dul :” lha ya itu masalahnya…kalau dibersihkan pasti boleh…tapi kita ga tahu pohon nama yang boleh dibersihkan atau yang boleh dipotong…kalau keliru ya nanti malah jadi masalah…lha kita ga tahu tanaman mana yang dibutuhkan oleh mereka”.

Tinul :” ya itu Dul…itu sama kalau kita tidak tahu dengan benar apa yang sungguh kita butuhkan dalam kehidupan kita makan akan tumbuh keinginan- keinginan liar yang justu akan mengotori dan memenuhi hati dan budi kita, akibatnya justru akan menumbuhkan kesedihan dan penderitaan…”.

Dul :” tapi aku ga menderita karena melihat kebun tetangga itu lho Nul…”

Tinul :” ya tidak akan menderita kalau kamu ga punya keinginan untuk membersihkan…kalau punya ya selamat menikmati penderitaan…”.

Dul :” wegah Nul…tak menikmati kopi tubrukku wae…”.

Met pagi… semoga Tuhan memberkati hidup dan karya kita. (Minggu, 16 Juni 2019, Romo Andita)

Paroki Minomartani