April 25, 2024

Cerpen Renungan: Kesempatan dari Tuhan

[Parokiminomartani] –  Setiap kali ketika bangun pagi si Dul pasti menyempatkan diri untuk mengetuk pintu kamar Tinul dan Gombloh, bukan untuk membangunkan melainkan hanya sekedar saapan di pagi hari. Tetapi pagi ini ketika mau mengetuk pintu kamar Tinul, pas Tinul membuka pintu ” hayooooo..” teriak Tinul dan membuat kaget Si Dul.

Dul langsung teriak karena kaget :” kucing… jaran… kirek…. pitek… hmmmm… ora marai kaget Nul…”.

Tinul :” hhhhhhh….kurang banyak menyebut binatangnya masak kamu hanya hafal 4 binatang… kan masih ada binatang yang lain..”

Dul langsung menyahut :” kalau mau banyak ke kebun binatang sana…sudah buat kaget malah komentar…”.

Tinul :” lha lucu je….neng langsung padang tho matanya… gara-gara hayoooo..”.

Dul :” lha yo padhang…lha langsung mendidih je darahnya… mengalir dengan cepat…”.

Tinul :” hhhhhh…tapi apek lho Dul…cara kamu membangunkan….”.

Dul langsung menyahut :” itu bukan untuk membangunkan ya tapi untuk menyapa kalian di pagi hari…”

Tinul :” kan kadang aku duluan yang bangun Dul…seperti pagi ini…tadi aku sudah dengar langkah kakimu jadi aku bisa buka pintu sebelum kamu ketuk…”

Dul :” terus membuat aku terkejut gitu…aku kalau pagi-pagi seperti biar aku selalu sadar kalau ada kalian berdua…orang-orang yang kenyataannya ada bersama aku setiap saat tanda kalau GUSTI itu masih menemani aku dan memberikan kesempatan kepadaku untuk menemani kalian berdua….coba bayangkan kalau pada pagi hari tidak ada yang ketuk-ketu pintu kamar kamu piye rasane…”.

Tinul :” waaaah ya jangan Dul…sedih karena kamu sudah tidak ada lagi….”.

Dul :” ya pasti aku juga sedih Nul karena ga bisa mengucapkan selamat pagi meski hanya sekedar mengetuk pintu kamar kamu…”.

Tinul :” iya ya Dul…meski hanya sekedar mengetuk pintu ternyata berarti juga ya…”.

Dul ;” pasti itu Nul…tapi pasti akan lebih sedih kalau kita tidak segera.ke dapur Nul…ora sarapan nanti…”.

Tinul :” hmmm…iseh ngantuk je…iseh males jalan ini…gendong Dul..”.

Dul :” walaaaah…gendong piye…awakmu itu lho…”.

Met pagi… semoga Tuhan memberkati hidup dan karya kita. (Senin, 17 Juni 2019, Romo Andita)

Paroki Minomartani