July 13, 2024

Cerpen Renungan: Hanya Menerima yang Baik

[Parokiminomartani] –  Dul ketika melihat banyak ulat di pohon yang setiap hari disirami tidak segera dibersihkan bahkan diambil untuk dibuang melainkan justru membiarkannya dengan tetap menyirami tanaman. Tinul yang melihat itu teriak pada si Dul :” hiiiiiiih… Dul… itu lho ulatnya banyak … mbok dibasmi Dul…geli…”.

Dul sambil senyum :” lha emang kenapa Nul…lha ulat tidak ngapa-ngapain kok..”.

Tinul :” geli ya Dul…”.

Dul ;” lha emang kalau geli kenapa toh tidak mengurangi apa-apa pada kamu lho…”.

Tinul :” ya ga ada yang kurang apa-apa sih Dul mung geli wae…”.

Dul :” lha rakmung roso tho Nul…lha nak roso kuwi ora ono ukurane je Nul…itu juga sama kalau nanti ulat sudah jadi kupu-kupu….semua kupu-kupu pasti menarik untuk dilihat bahkan orang kagum dengan keindahannya hingga sampai bisa mengatakan puji Tuhan yang agung tetapi kita lupa bahwa sebelum menjadi kupu-kupu harus melewati dan menjadi ulat yang tidak semua orang akan senang bahkan akan dibasmi dan dimatikan…tidak mudah untuk bisa menerima hal yang buruk…”.

Tinul :” lha piye nak geli kan ga bisa diatur Nul”.

Dul :” kamu juga ga pernah bisa ngatur supaya ulat itu tidak membuat geli tho…coba kamu dekati lihat baik-baik… nanti kamu akan lihat betapa uniknya ulat itu…”.

Tinul masih mengangkat pundaknya karena geli :” ga lah Dul…geli…”.

Dul sambil senyum :” itulah kita Nul….hanya bisa menerima yang baik-baik saja…kita ini sehat tapi hati kita cacat…”

Tinul :” kok Dul….”.

Dul :” lha kan hanya menerima yang baik saja…yang tidak baik…”

Tinul :” berarti hatiku difable ya Dul…”.

Dul :” ya pikiren dewe…”.

Met pagi….semoga Tuhan memberkati hidup dan karya kita. (Senin, 14 Oktober 2019, Romo Andita)

Paroki Minomartani