July 24, 2024

Cerpen Renungan: Waktu Terus Berputar

[Parokiminomartani] –  Dul dengan hati-hati mencoba memperbaiki jam dinding yang ada di kamar Tinul. Sudah beberapa hari jam itu bergantung tanpa dapat memberikan waktu yang tepat bagi Tinul ” piye Dul opo sing rusak….” tanya Tinul pada si Dul

Dul :” sabar Nul… ini lagi aku lihat apa ada bagian-bagian yang sudah mulai aus atau lemah”.

Tinul :” lho emang ga mati ya Dul…”.

Dul sambil senyum :” lha emang ga mati kok… kan emang masih terus berputar jarum penunjuknya cuma tidak dapat menunjukkan secara tepat pada kamu…”.

Tinul :” weeeeh aku kira mati je…”.

Dul :” hhhhh… Nul…Nul… waktunya ga akan berhenti Nul… terus berputar… cuma jarum penunjuk angka yang berhenti…”.

Tinul :” waktu memang tidak pernah berhenti dan akan terus berjalan. Waktu tidak pernah terpengaruh oleh situasi dan keadaan yang terjadi. Waktu juga tidak pernah menuntut syarat apapun pada siapapun yang menikmati, tetapi waktu tidak pernah bisa di tawar lagi saat waktu untuk kita berhenti…”

Dul :” iya… kalau kita mati berarti waktu untuk kita sudah berhenti… untuk kita lho Nul… kalau waktunya terus berjalan ya Nul”.

Tinul langsung menyahut :” kalau waktunya berhenti berarti kiamat Dul…”.

Dul :” hhhhh…lha iya…”.

Tinul :” njuk kapan itu terjadi…”.

Dul sambil mengerutkan alisnya :” ya ga tahu Nul…yang aku yakin itu adalah waktu untuk kita terbatas ….kita ga akan bisa nawar…kalau sudah saatnya berhenti ya berhenti…ga ada tawar menawar lagi…”

Tinul :” lha kapan itu akan terjadi…”.

Dul :” ya ga tahu lah Nul…tapi pasti akan terjadi…ditunggu wae…”.

Tinul sambil bercanda :” ya tak tunggune karo ngombe kopi tubruk…”.

Dul :” ya karo ditambahi roti bakar Nul….aku mau lho kalau kamu buat roti bakar…”.

Tinul :” siap Dul…biar waktu penantian kita penuh dengan suka cita…”

Met pagi….semoga Tuhan memberkati hidup dan karya kita (Minggu, 13 Oktober 2019, Romo Andita)

Paroki Minomartani