Cerpen Renungan: Menjadi Berkat
[Parokiminomartani] – Dul pagi-pagi sudah buat heboh karena membunyikan mainan anak-anak zaman dulu yang terbuat dari bambu sambil bernyanyi ” gundul…gundul…pacul… gembelengan…” baru beberapa kata sudah berhenti karena Tinul bertanya kepadanya ” kok kelihatan happy….lagi dapat rejeki nomplok ya Dul…”.
Dul sambil senyum :” hhhhh…ora rejeki nomplok Nuk…berkurang iya uangku..”.
Tinul :” lha kamu buat apa kok berkurang “.
Dul sambil menunjukkan bebarapa mainan anak-anak pada Tinul :” ini untuk beli mainan dari bambu….”.
Tinul mlongo :” weeeeeeh…lha mau dipakai untuk apa Dul…mainan sebanyak ini..”.
Dul sambil senyum :” mau tak bagi sama anak-anak yang selalu kumpul di bawah rumpun bambu pinggir lapangan itu…”.
Tinul :” ooooo…anak-anak yang sering belajar bersama mbakyu Lantip itu tho….lha apek itu”.
Dul :” hhhhh….anak-anak dan bapak penjual mainan yang dapat berkat Nul…”.
Tinul :” lha kamu juga dapat berkat karena berbagi Dul…tapi ngomong-ngomong bapaknyang jual mainan anak-anak itu setia ya….lha dari dulu jualan mainan dari bambu terus…yang lain aja sudah berganti jualan mainan dari negara tetangga kok…”
Dul :” iya ya Nul…tapi katanya itu buatan tangan sendiri lho… dia katanya lebih nyaman dan tenan jualan seperti ini…dia juga yakin pasti masih ada orang yang suka pada mainan buatan tangannya … makanya dia ga mau pindah jualan mainan seperti yang lain…”.
Tinul sambil ikut memainkan mainan yang dibeli si Dul :” emang Dul…bagaimanapun juga akan lebih membahagiakan kalau kita bisa menikmati apa-apa dari jerih payah sendiri..”.
Dul :” oooooo…jelas kalau itu karena hanya mereka yang mampu untuk meletakkan harapan kokoh pada apa yang dilakukan sendirilah yang akan sungguh merasakan kebahagiaan yang tak tergantikan…”.
Tinul langsung memotong :” sek… sek… Dul…kamu beli mainan ini emang mau berbagi atau karena kasihan pada bapak penjual mainan itu….”.
Dul :” karena kasihan sih Nul….”.
Tinul :” sudah aku kira…”.
Dul :” salah ya Nul….”
Tinul :” ora salah Dul…sing penting ikhlas…”
Met pagi…..semoga Tuhan memberkati hidup dan karya kita. (Selasa, 15 Oktober 2019, Romo Andita)