Cerpen Renungan: Hari Ini dan Esok

[Parokiminomartani] –  Memasuki pertengahan bulan Gombloh sudah mulai hitung-hitungan sama Si Dul. Gombloh mulai membuat daftar apa yang dibutuhkan untuk waktu ke depan. ” coba Dul dicek ulang lagi…siapa tahu ada yang  terlewatkan belum tercatat… sambil diingat-ingat ya kebutuhannya… yang pokok-pokok aja” pinta Gombloh pada si Dul.

Dul sambil melototi kertas yang di depannya :” sabar Mbloh…ini juga baru aku lihat pelan-pelan … kalau kebutuhanku sudah semua…kebuthan Tinul juga sudah semua… ini tinggal punya kamu … kamu liha dan cek sendiri” si Dul menyerahkan kertasnya.

Gombloh :” wis kamu baca saja nanti kalau kurang aku beritahu…”.

Dul tetap menyodorkan kertasnya :” wis kamu sendiri sekalian ditulis kalau kurang…”.

Gombloh :” hmmm…ya sini tak cek satu-satu”.

Dul :” lha kan kamu yang butuh Mbloh ya kamu yang ngecek… kalau aku yang ngecek kan ga tahu kebutuhan kamu…”.

Gombloh :” iya ya Dul….kok ya akeh ya Dul sing dibutuhke…”.

Dul mencoba meyakinkan :” coba dicek dengan teliti lho… jangan sampai kelewatan Mbloh… nanti buat gelisah lho. ..kalau sampai ga ada…”.

Gombloh :” iya sih… marai ora tenan je neng ati itu kalau sampai kelewatan…”.

Dul :” hhhhh… bikin ga ayem neng ati ya Mbloh… makanya di cek lagi… jangan sampai kelewatan … hhhhhhh …kalau aku wis cukup sing pokok di pagi hari ada Mbloh…”.

Gombloh :” ya kan kebutuhan tidak cukup di pagi hari Dul….ada kebutuhan siang dan malam… kalau kecukupan kan nyaman..”.

Dul :” hhhhhhh…semua kebutuhan kalau tercukupi itu akan membuat hidup kita itu damai, nyaman wis pokokke happy ya Mbloh”.

Gombloh :” lha yo tho Dul… siapa orang yang tidak pingin hidupnya seperti itu…”.

Dul :” hhhhhhh…lha iya si Mbloh… asal kita tidak lupa bahwa hidup kita bukan nanti atau kapan, hidup kita itu ya hari ini…saat ini…yang  kita butuhkan ya saat ini…maka menikmati dan mensyukuri yang ada saat ini akan lebih membuat damai dan nyaman hati kita Mbloh…dibandingkan memikirkan waktu yang belum mungkin dapat kita lewati…”.

Gombloh :” lha katanya harus dipersiapkan semuanya Dul…”

Dul :” ya tapi tidak harus banget-banget sampai melupakan apa yang di depan kita…iki kopinya hampir dingin…ntar ga enak lho..”.

Gombloh :” ooooo…iya…sory..sory..”

Met pagi…semoga Tuhan memberkati hidup dan karya kita. (Selasa, 4 November 2019, Romo Andita)