April 25, 2024

Cerpen Renungan: Ikhlas Menerima

[Parokiminomartani.com] –  Pagi-pagi Tinul sudah sibuk mencari Kasdulah di halaman samping rumah. “Dul … Kasdulaaaaaah … where are you,” teriak Tinul memanggil si Dul.

Dul: “I am here … Sarinul … Nul … Nul … Nul … ngopo je Nul kok sajake penting banget.”

Sambil melangkah pasti, Tinul membawa beberapa obat kertas yang sudah ada gambarnya “Lihatlah ini Dul … gambar foto-foto baruku yang akan aku pasang mengantikan foto-foto lama.”

Dul: “Coba seperti apa foto-foto nya.” Sambil si Dul melihat dengan seksama gambar dan foto siapa.  “Ini foto siapa Sarinul … kok eleke koyok ngene lho.”

Tinul: “Itu foto aku Dul … coba diwasno … wajahku foto jenik … badanku hmmmmm … tak jauh berbeda dengan Luna Maya.”

Dul: “Ooooooo … alah Sarinul …. Sarinuuuuuul … terus maksude opo kok kamu ndadak ngedit foto badannya artis terus kepalanya kamu ganti dengan foto kamu … maksude opo Nul?”

Tinul: “Lha katanya kemarin harus berani menatap masa depan dengan optimis … makanya foto-foto lama aku ganti foto yang aku edit ini … kan aku punya impian dan harapan untuk punya badan seperti artis Dul … jadi ya biar selalu membangun harapan kalau melihat fotoku yang seperti itu.”

Dul: “Sarinul … Sarinul … kita sering mendambakan sesuatu yang indah dan sempurna tetapi kita lupa bahwa keindahan dan kesempurnaan akan sungguh berarti bagi kita kalau kita bisa menerima dengan ikhlas sesuatu yang jelek dan tidak sempurna.”

Tinul: “Kan boleh Dul … membangun pengharapan … apa kamu ga senang kalau aku punya badan yang ideal?”

Dul: “Waaaah senang banget Nul … apalagi kalau pagi ini jatah sarapanmu untuk aku … sebagai bentuk usaha kongkrit kamu mengurangi berat badan.”

Tinul: “Eiiiiit kok le kepenak … ora iso sarapan tetap jalan Dul … Met pagi … semoga Tuhan memberkati hidup dan karya kita. (Sabtu, 15 September 2018, Romo Andita)

Paroki Minomartani