April 25, 2024

Cerpen Renungan: Pijakan Memperbaiki Hidup

[Parokiminomartani.com] –  Tinul pagi-pagi sudah membuat keribuat dengan melepas foto-foto yang tergantung di dinding ruangan tengah. “Ooooooo … ini tho sumber kegaduhannya … kenapa foto-foto dilepas Nul … mau dibersihkan ya,” sapa si Dul yang melihat Tinul.

Tinul:”Bukan mau membersihkan tapi mau menyimpan foto-foto ini dan menganti dengan gambar-gambar aja.”

Dul: “Walah Nul … Sarinul daripada diganti dengan gambar-gambar yang tidak jelas lebih baik mbok biar aja foto-foto itu … emang kenapa dengan foto-foto itu … selama ini baik-baik saja.”

Tinul: “Foto-fotonya baik-baik saja Dul … tapi kalau melihat itu rasanya tidak move on je.”

Dul: “Ga ada hubungannya foto-foto dengan move on Nul.”

Tinul: “Ya jelas ada Dul … kan kalau lihat foto-foto itu selalu ingat masa lalu … lha kalau selalu ingat masa lalu kan kita ga bisa move on … makanya mau aku ganti dengan gambar-gambar ini.”

Dul: “Terus apa hubungan dengan gambar pohon-pohon itu dengan move on?”

Tinul: “Ya ga ada hubungannya Dul … hanya yang penting tidak membuat kita mengingat masa lalu aja.”

Dul: “Hhhhhh … tidak ada orang yang bisa merubah masa lalu. Kita hanya bisa mengingat masa lalu dengan mencoba mengambil satu nilai yang bisa kita pakai untuk pijakan memperbaiki hidup bukan untuk menilai atau menghakimi kehidupan … wis gini aja Nul … foto-foto itu ga usah diganti … nanti aku pasang lukisan wajah kita yang sudah tua aja kan bisa di edit lewat komputer… biar kita bisa move on menatap masa depan kita nanti.”

Tinul: “Ngawur wae kowe … ya kalau kita masih hidup pada masa itu kalau tidak piye.”

Dul: “Ya ga usah dipikirkan tapi minimal kita bisa lihat wajah kita di usia tua … apek lho Nul.”

Tinul: “Apek kanggo mu … kanggo ku orang apek … mung sing apek lagi kalau sekarang kamu ambilkan kopi tubruk ku di dapur.”

Dul: “Lha Iki kopine siapa?”

Tinul: “Hhhhhh … kopiku ya.”

Dul: “Hhhhhh … lha gambar tuanya belum dibuat kamu sudah tua duluan Nul … Nul … wis pikun …. Met pagi … semoga Tuhan memberkati hidup dan karya kita. [Jumat, 14 September 2018, Romo Andita]

Paroki Minomartani