April 22, 2024

Cerpen Renungan: Indahnya Keaslian Tanpa Kepalsuan

[Parokiminomartani.com] – Sudah beberapa hari Gombloh mencari tahu kenapa pisang yang dia beli cepat habis padahal tidak ada yang suka makan pisang yang dibeli kecuali dirinya sendiri. “Ooooooo … ini ternyata orangnya yang mengurangi satu persatu pisang yang saya beli!” teriak Gombloh yang melihat Si Dul mengikat pisang diranting pohon depan rumah.

Dul: “Hhhhhh … sory Mbloh ga bilang-bilang ambil pisangnya … ini juga tidak aku makan kok.”

Gombloh: “Lha terus dienggo sopo kok pisang diambil bukan dimakan malah diikat di pohon gitu?”

Dul: “Ini untuk burung-burung yang datang pagi-pagi … kan mereka makan pisang terus pasti berkicau Mbloh.”

Gombloh: “Ooooooo pantas kok setiap pagi sekarang banyak burung di pekarangan rumah.”

Dul: “Apek tho … jadi pagi-pagi kita dengar kicauan burung liar bukan burung piaraan Mbloh … kicaunya masih asli.”

Gombloh :”Ya apek sih Dul … mung sing ora apek kuwi … boros pisang aku jadinya.”

Dul: “Hhhhh … sory Mbloh … boros dikit ga apalah … tapi kan kita bisa dengarkan kicauan burung.”

Gombloh: “Emang sih Dul … Burung berkicau sebenarnya sangat merdu bila didengarkan karena mengeluarkan suara yang asli tidak ada kepalsuan, berbeda kalau manusia berkata-kata bila penuh kepalsuan maka tidak akan enak untuk didengar dan hanya celotehan yang semu.”

Dul: “Benar sekali Mbloh … lebih baik mendengarkan burung berkicau dari pada manusia yang berkicau … palsu dan semu.”

Gombloh: “Tapi kicauan burung itu akan tambah merdu kalau kamu juga ikut beli pisangnya Dul.”

Dul: “Hhhhhh … siap mas Gombloh yang baik hati sama burung … Met pagi … semoga Tuhan memberkati hidup dan karya kita. (Minomartani, 8 Maret 2018, Romo Andita)

Paroki Minomartani