July 13, 2024

Cerpen Renungan: Kejujuran, Pintu untuk Menyesuaikan dengan Keyakinan

[Parokiminomartani.com] – Gombloh yang masih asyik lihat-lihat kontak yang ada di handphone sambil melihat foto-foto yang ada. “Waaaah kok asyikmen Mbloh … opo jebloh sing didelenge,” sapa Tinul yang datang sambil membawakan pisang goreng.

Gombloh: “Tinul ini lho sukanya kepo.”

Tinul: “Koyok judul lagu Jawa yang untuk mengiringi temu mempelai ya … kepo giro.”

Gombloh: “Kebo giro Nul.”

Tinul: “Hhhhhhhh … santai Mbloh.”

Gombloh: “Santai kambing¬† Nul.”

Tinul: “Mbales ya … hhhhhh … ngopo je Mbloh kok sajak ono sing penting dari tadi kok yang dipegang hanya handphone terus … lha nyekel gelas kopi njuk di srutup kan malah kemepyar Mbloh.”

Gombloh: “Hhhhhh …. ndelengi status di WA itu ya bikin kemepyar je Nul.”

Tinul: “Lihat status apa lihat foto pp-nya Meice … lha sudah ada kontaknya mbok ya dihubungi Mbloh … ngomong jujur apa adanya … jangan hanya menggantungkan harapan tanpa usaha.”

Gombloh: “Hhhhhhhh … ga yakin je Nul … mbok ya kamu bantu aku ngomongke sama dia … kan kamu temannya … kan memohon kepada kamu bagian dari usahaku.”

Tinul: “Ya benar kalau Meice ga yakin sama kamu Mbloh.”

Gombloh: “Dia juga berharap tho Nul.”

Tinul: “Wah ya ora … lha kamu aja ga jelas gitu kok … gimana dia tahu opo sing mbok rasakke kalau kamu ga pernah jujur sama dia … eleng-eleng Mbloh … kejujuran menjadi pintu bagi kita untuk hidup sesuai dengan keyakinan yang ada di dalam hati kita … kalau kamu ga jujur dengan hatimu sendiri yang keluar dari omongan dan tindakmu ya hanya kebohongan Mbloh.”

Gombloh: “Lha aku kan sudah jujur sama kamu Nul … tinggal kamu ngomong aja sama dia.”

Tinul: “Wiiiiiis becik cukup ngrungokke suarane mbakyu Prenjak wae kowe Mbloh.”

Gombloh: “Kok mbakyu Prenjak?”

Tinul: “Lha kamu kan sudah lega dengar suaranya mbakyu Prenjak yang menurut kamu sama suaranya Meice … wis nak tidak berani ngomong sama Meice coba ngomong sama mbakyu Prenjak … latihan aja Mbloh … nanti tak omongke sama mbakyu Prenjak … piye?”

Gombloh: “Waaaaah … malah mbakyu Prenjak keliru nangkep maksude repot Nul … ora wae.”

Tinul: “Hhhhhhhhhh … lumayan oleh suarane sing koyok Meice Mbloh … hhhhh … Met pagi … semoga Tuhan memberkati hidup dan karya kita. (Minomartani, Selasa, 7 Agustus 2018, Romo Andita)

Paroki Minomartani