June 25, 2024

Cerpen Renungan: Kita Menciptakan Damai Sejahtera

[Parokiminomartani.com] – Tinul yang sudah selesai membuat sarapan mencari si Dul untuk diajak sarapan bersama karena Gombloh sudah siap di meja makan. Sambil berteriak memanggil si Dul, Tinul menuju halaman samping rumah. “Weeeeeh dipanggil sampai teriak-teriak kok tidak menyahut.

Dul: “Lha ndadak nganggo bengok-bengok seperti di hutan saja Nul … Nul….”

Tinul: “Emang kenapa Dul kok deleg-deleg dibawa pohon … awas lho nak kerasukan setan.”

Dul: “Weeeeeh malah beneran Nul … apek menegaskan kalau kerasukan setan yang sudah pernah lihat surga.”

Tinul: “Setan ya tidak akan melihat surga Dul … tapi pernah melihat neraka atau bahkan pernah masuk neraka iya.”

Dul: “Opo iya Nul … emang kamu pernah lihat atau ketemu mereka.”

Tinul: “Ya ga pernah ketemu … cuma kalau dengar orang cerita aja sih.”

Dul: “Kalau aku sih cuma gotak gatik gatuk aja … karena setan itu tidak boleh masuk surga hanya cukup melihat saja maka dia menggoda manusia supaya tidak masuk surga juga karena di surga itu enak … damai … ¬†sejahtera … malah banyak bidadari juga lho Nul.”

Tinul: “Emang kamu tahu kalau ada bidadarinya di surga.”

Dul: “Lha kan ada yang omong kalau matinya suci dan karena membela GUSTI nanti jiwanya dijemput bidadari … lha mau dibawa ke mana kalau tidak ke surga Nul … masak bidadari akan membawa ke neraka?”

Tinul: “Hhhhhhhhhh … pikiran gemblung kuwi … damai sejahtera itu bukan GUSTI menciptakan tapi kita sendiri yang menciptakan. GUSTI hanya memberikan mudah yaitu kasih, hidup yang didasarkan semangat kasih itu yang akan menghadirkan suasana surga di dunia ini … jangan hidup hanya diisi iri dengki dan sombong …. lha itu sama saja dengan setan … tidak menginginkan orang lain masuk surga.”

Dul: “Tapi sebenarnya surga itu ada apa tidak tho Nul?”

Tinul: “Mboh Dul … ojo takon aku …t akonno karo sing menehi urep kowe … wis ayo sarapan … keburu neraka datang lho.”

Dul: “Ooooo ya ya … selak Gombloh ngamuk mengko … hhhhh …. Met pagi … semoga Tuhan memberkati hidup dan karya kita. (Minomartani, Rabu, 8 Juli 2018, Romo Andita)

Paroki Minomartani