April 25, 2024

Cerpen Renungan: Kelegaan Hati

[Parokiminomartani] –  Tinul meski sambil masak tapi juga mulai menata satu persatu barang-barang yang ada di dapur. ” tulung ya Dul sambil dilihat airnya sudah mendidih atau belum….kalau sudah nanti langsung dimasukkan bumbu yang sudah aku potong-potong itu ya…” pinta Tinul pada si Dul yang lagi membuat kopi tubruk.

Dul sambil menuangkan air :” terus setelah bumbu masuk apalagi yang dimasukkan….”.

Tinul :” ya kalau sudah bumbu nanti tunggu sesaat kalau bumbunya audah banyak yang mengapung baru sayurannya kamu masukkan…” sambil Tinul masih tetap menata barang-barang

Dul masih tetap bertanya :” kalau sudah sayur masuk apalagi yang dimasukkan…”

Tinul :” terus kalau sudah sayur dimasukkan….apalagi Nul…”.

Tinul masih tetap menata barang-barang :” kalau sudah sayur baru dicicip… kurang asin apa kurang manis….”.

Dul mulai sedikit jengkel :” kalau kurang asin di kasih apa Nul… terus seberapa banyak..”

Tinul mulai tidak konsen ” ceeek…hmmmm…ya di kasih garam Dul…masak gula….”.

Dul mulai senyum :” hhhhhhh….lha yang masak itu siapa je…aku atau kamu…”.

Tinul :” lha kan aku lagi noto ini lho…kan kalau semua tertata dengan baik pasti enak kalau dilihat … gini lho Dul…segala sesuatu bila tertata dengan baik pasti memberikan kelegaan dalam hati….”.

Dul langsung memotong : ” iya Nul bener tapi akan lebih melegakan hati kalau kita juga mampu mengerjakan dan menyelesaikan pekerjaan kita sekecil dan sesederhana apapu tanggungjawab dan pekerjaan dengan penuh keikhlasan dan ketulusan hati….”.

Tinul langsung berhenti menata barang :” iya… iya Dul…wis tak lanjutke masak dulu… selesai masak baru beres-beres..”

Dul :” nah gitu Nul…baru akur…”

Tinul sambil senyum :” hhhhhhhh…tambah akur nanti kamu bantu aku beres-beres ya”.

Dul : ” baru saja dipuji… sudah minta bantu… wis dasar Sarinul….”

Met pagi…..semoga Tuhan memberkati hidup dan karya kita. (Rabu, 30 Oktober 2019, Romo Andita)

Paroki Minomartani