April 22, 2024

Cerpen Renungan: Khawatir

[Parokiminomartani] – Gombloh baru saja mengantar cucunya pakdhe Karyo yang takut pulang karena telah menjatuhkan beberapa telur yang baru saja dibelinya. Sampai di depan pintu Tinul langsung menanyakan pada Gombloh apakah cucu pakdhe Karyo kena marah. ” piye Mbloh dimarahi apa tidak bocah mau…”

Gombloh :” ora dimarahi sih tadi tapi ya ga tahu setelah aku pulang dimarahi apa tidak..”.

Tinul :” ya seharusnya kamu tunggui tadi Mbloh… biar ga dimarahi…”.

Gombloh :” tunggui gimana… masak aku harus nunggui bocah itu mau sampai kapan..”.

Tinul :” ya sampai orang tuanya ga marah…”.

Gombloh sambil senyum :” hhhhhh… oalah Nul… Nul… lha kalau aku harus nungguin anak itu… njuk aku kapan olehe kerja Nul…”.

Tinul :” ya mbolos setengah hari kan ga apa Mbloh… kasihan lho Mbloh… kamu ga lihat tadi bagaimana dia sampai bergetar gitu badannya… lha sampai pipis sambil nangis gitu lho… apa ga kasihan…”.

Gombloh :” ya kasihan Nul… lebih kasihan lagi kalau kita biarkan anak itu di sini… kan lebih baik dia pulang…”.

Tinul :” lha tapi kan dia akan kena marah Mbloh… sudah takut seperti itu masih juga kena marah … kasihan ya…”.

Gombloh :” belum tentu kena marah ya Nul…. hanya rasa takut aja yang buat dia jadi seperti itu … kan kamu tahu kalau rasa takut itu membuat kita melihat sesuatu yang kecil menjadi begitu besar dan diluar kemampuan kita, maka jagalah diri kita selalu dalam keadaan yang baik dan benar agar terhindar dari rasa takut…nah sekarang malah kamu yang ketakutan…”.

Tinul :” aku ga tahut ya hanya khawatir saja…”.

Gombloh :” aku lebih khawatir lagi Nul…”

Tinul :” lha kamu khawatir kenapa Mbloh..”.

Gombloh :” khawatir kalau pagi ini ga ada sarapan…apalagi kalau kamu di sini terus tidak segera ke dapur….”

Tinul :” hhhhhh…santai Mbloh secapat kilat…sarapan pasti ada…”

Gombloh :” kok bisa Nul…lha dari tadi kamu di sini kok…”.

Tinul :” hhhhhh…si Dul baru beli sarapan…kalau sudah datang pasti ada satapan…hhhh”

Met pagi…..semoga Tuhan memberkati hidup dan karya kita. (Sabtu, 5 Oktober 2019, Romo Andita)

Paroki Minomartani