April 22, 2024

Cerpen Renungan: Mengejar Kepuasan Suatu Kebodohan

[Parokiminomartani.com] – Pagi-pagi Gombloh sudah membuat daftar barang dan kebutuhan apa saja yang akan dibeli hari ini. Selesai membuat daftar Gombloh menyerahkan ke Si Dul untuk dicek yang kurang. “Dul berhenti siram-siram tanamannya, ini lihat dulu barang-barang yang akan aku beli hari ini,” pinta Gombloh pada Dul untuk melihat daftar barang yang akan dibeli.

Dul: “Wis aku percaya saja sama kamu Mbloh, tapi ntar-ntar coba aku lihat dulu nanti apa yang aku perlukan malah tidak kamu beli.”

Gombloh: “Heeeeeh … sok yakin kalau orang tahu apa yang kamu butuhkan … jangan banyak-banyak nambahnya ya …. hemat energi.”

Dul: “Nah … ini baru hemat energi … ini daftar barang nomer 1 sampai 5 sudah tidak perlu Mbloh … coret aja … gula dikurangi biar belajar menerima kepahitan hidup … daging dikurangi supaya kamu tidak mudah emosi … banyak makan sayuran aja Mbloh … biar makin rendah hati.”

Gombloh: “Weeeeh … sini, malah ga jadi dibeli nanti kalau kamu coreti semua.”

Dul: “Kan harus sesuai kebutuhan kita Mbloh … jangan banyak memiliki yang tidak kita butuhkan … ingat lho kita tanpa sadar mengejar sesuatu yang sebenarnya tidak kita butuhkan bahkan setelah mendapatkan apa yang inginkan, kadang kita tidak pernah tahu apa yang akan kita lakukan akhirnya hanya kita simpan. Kalau tidak bijak, kita hanya mengejar kepuasan … ini sebuah kebodohan Mbloh.”

Gombloh: “Wiiiiiis ora usah khotbah … berarti daftar barangmu ga usah aku beli ya.”

Dul: “Ooooooo …ya jangan Mbloh … kan aku emang perlu.”

Gombloh: “Lha ini di daftar kamu corek kok.”

Dul: “Waaah ga jadi dicoret beli saja ya … apalagi kalau pakai uangmu barang itu menjadi sangat berguna lho Mbloh.”

Gombloh: “Kalau ini bukan nasehat bijak … maksudmu sudah ketebak Dul … Met pagi … semoga Tuhan memberkati hidup dan karya kita. (Sabtu, 1 September 2018, Romo Andita)

Paroki Minomartani