April 22, 2024

Cerpen Renungan: Mengubah Kebiasaan Itu Tidaklah Mudah

[Parokiminomartani.com] – Selelah menyrutup kopi tubruk buatan si Dul, Gombloh langsung spontan teriak, “waaah Dul … ini kopi apa kok rasanya seperti ini?”

Dul: “Itu yang namanya kopi kampung Mbloh … di kampung-kampung itu kalau minum kopi ya seperti itu.”

Gombloh: “Bukannya kopi ndeso kuwi lebih mantap rasanya kok ini rasanya seperti tidak mateng.”

Dul: “Eeeeeee mateng ya … airnya tadi itu sampai mendidih lho.”

Gombloh: “Lha kalau mendidih airnya kok masih krampul begini … ora dadi kopinya.”

Dul: “Ya tetapi kopi Mbloh … mosok arep dadi susu ya ora mungkin … ono-ono wae.”

Gombloh: “Ya kowe kuwi sing ono-ono wae … ngawe kopi kok ndadak aneh-aneh ora koyok biasane.”

Dul: “Hhhhhhhh … emang merubah kebiasaan itu bukan hal yang mudah apalagi perubahan itu tidak sesuai dengan maksud dan keinginan kita. Padahal kalau dipikirkan yang namanya perubahan itu selalu sesuatu yang berbeda … lha kalau sama berarti bukan perubahan namanya … termasuk cara menikmati kopi.”

Gombloh: “Woooo … malah kotbah … pitakonanku mau dijawab dhisik … Iki kopi opo Dul?”

Dul: “kuwi jenenge kopi beh Mbloh.”

Gombloh: “Kopi opo kuwi?”

Dul: “Ya kopi beh … lha itu kalau kamu habis nyrutup kan langsung … beh … beh … beh … membuang kopi yang nempel di bibir … itu namanya kopi beh.”

Gombloh: “Wiiiiiis jan ora ngenah kowe kuwi Dul … dirungokke tenanan je.”

Dul: “Wis dienthekke dhisik kopi behnya … nanti pasti lebih enak dibandingkan kopi tubruk buatan Tinul … hhhhhhhhh ….Met sore … semoga Tuhan memberkati hidup karya dan kita. (Minomartani, 12 Mei 2018, Romo Andita)

 

Sumber foto: Pemandangan di Tanjung Bunga, Flores. Foto oleh Liberius Langsinus

Paroki Minomartani