June 25, 2024

Cerpen Renungan: Menjadi Diri Sendiri

[Parokiminomartani.com] – Sambil membuat kopi tubruk, Dul menani Tinul yang sedang mempersiapkan sarapan. Mereka berdua asyik ngobrol banyak hal, sampai pada satu persoalan yang sedang mereka hadapi. Tinul: “Aku itu sekarang lagi berpikir Dul, bagaimana bisa menghadirkan peran simbok yang sudah dipanggil GUSTI kalau nanti si Sinok adikku yang bungsu itu jadi tinggal sama kita.”

Dul: “Maksudmu mengantikan seperti apa Nul?”

Tinul: “Ya bisa mengantikan peran simbok atau paling tidak bisa menghadirkan kembali simbok. Kan kamu tahu bagaimana Sinok itu dekatnya sama simbok … lha sampai sekarang aja dia belum move on kok.”

Dul: “Iya ya Nul … terus piye rencananya Nul?”

Tinul: “Ya itu yang buat aku binggung Dul … jelas tidak mungkin aku bisa menghadirkan simbok kembali.”

Dul: “Lha jelas ga bisa Nul … dari fisik aja sudah berbeda … simbok itu langsing … lha kamu langsung alias mblenuk … simbok kalau omong itu halus enak ketika masuk telinga … lha kamu nyetar kurang nyaman masuk telinga.”

Tinul langsung memotong omongan Dul: “Heeeee … ora guyon ya … serius ini Dul.”

Dul: “Hhhhhhhh … sory-sory Nul … gini Nul kita tak akan pernah kita mampu mengantikan kehidupan orang lain meskipun kita telah menjadi bagian dari kehidupannya. Kita hanya akan menjadi diri kita sendiri dengan segala rasa dan kemauan yang ada dalam hati bukan karena rasa dan kemauaan orang lain.”

Tinul: “Lha terus kudu piye Dul?”

Dul: “Ya jadilah diri sendiri … yang penting lakukan yang terbaik untuk Sinok … pasti dia akan bisa dengan kebaikan-kebaikan yang ada pada kamu dan mungkin dia bisa melihat sisi Simbok yang tidak pernah Sinok merasakan secara langsung tapi saat ini dirasakan melalui kamu Nul.”

Tinul: “Iya ya Dul … biar dia bisa belajar sesuatu yang baru dan bisa move on … bijak tenan kowe Dul.”

Dul: “Biasa aja Nul … hanya kamu belum menemukan aja mutiara dalam hidupku … hhhhhhh.”

Tinul: “Njuk gedhe sirahhe tho … wis yeruakeke gaweanne.”

Met pagi … semoga Tuhan memberkati hidup dan karya kita. (Minomartani, Senin, 4 Juni 2018, Romo Andita)

Paroki Minomartani